Peran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai Instrumen Pembiayaan Berkelanjutan (Green Sukuk) di Indonesia

Raihan Sinaga


Abstract


Abstrak

Pembangunan berkelanjutan menuntut adanya integrasi antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan tata kelola yang baik. Dalam konteks ini, keuangan hijau muncul sebagai solusi pembiayaan inovatif melalui pengembangan instrumen seperti green bond dan green sukuk. Indonesia, sebagai negara dengan basis keuangan syariah yang kuat, menjadi pelopor global dalam penerbitan Green Sukuk berdaulat sejak tahun 2018. Instrumen ini memadukan prinsip syariah dengan green framework pemerintah, sehingga dana yang dihimpun digunakan untuk proyek-proyek ramah lingkungan seperti energi terbarukan, pengurangan emisi karbon, dan ketahanan iklim. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan historis untuk menganalisis peran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai instrumen pembiayaan berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Green Sukuk memiliki peran strategis dalam memobilisasi pembiayaan jangka panjang, mendorong transparansi tata kelola melalui allocation dan impact reporting, serta memperkuat sinergi antar lembaga keuangan nasional. Selain memberikan dampak lingkungan, Green Sukuk juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penguatan reputasi Indonesia di pasar keuangan global. Meskipun demikian, tantangan masih dihadapi dalam hal standarisasi kriteria hijau, kejelasan green taxonomy, serta kesiapan proyek hijau yang bankable. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan literasi publik, serta perluasan sektor pembiayaan agar Green Sukuk dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap pembangunan nasional yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Kata kunci: Green Sukuk, SBSN, pembiayaan berkelanjutan, keuangan syariah

 

Abstract

 

Sustainable development demands the integration of economic growth, environmental protection, and good governance. In this context, green finance has emerged as an innovative financing solution through the development of instruments such as green bonds and green sukuk. Indonesia, as a country with a strong Islamic financial base, has been a global pioneer in issuing sovereign Green Sukuk since 2018. This instrument combines Islamic principles with the government's green framework, enabling the funds raised to be used for environmentally friendly projects such as renewable energy, carbon emission reduction, and climate resilience. This study uses normative legal methods with legislative, conceptual, and historical approaches to analyze the role of Government Sharia Securities (SBSN) as a sustainable financing instrument. The study results indicate that Green Sukuk plays a strategic role in mobilizing long-term financing, promoting governance transparency through allocation and impact reporting, and strengthening synergy among national financial institutions. In addition to its environmental impact, Green Sukuk also contributes to job creation, improving public welfare, and strengthening Indonesia's reputation in the global financial market. However, challenges remain in terms of standardizing green criteria, clarifying the green taxonomy, and ensuring the readiness of bankable green projects. Therefore, regulatory strengthening, increased public literacy, and expansion of the financing sector are needed so that Green Sukuk can make a more significant contribution to inclusive, equitable, and sustainable national development.

 

Keywords: Green Sukuk, SBSN, sustainable financing, Islamic finance


Keywords


Green Sukuk, SBSN, sustainable financing, Islamic finance

References


Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah, RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2015,

Adiwarman A. Karim, Ekonomi Mikro Islam, Rajagrafindo Persada, Jakarta, 2016,

Ascarya, Sukuk Negara dan Pengelolaan Keuangan Publik Syariah, Bank Indonesia, Jakarta, 2019

Burhanuddin S., Hukum Surat Berharga Syariah Negara dan Pengaturannya, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2011

Iwan Triyuwono, Sustainable Finance dalam Perspektif Syariah, Kencana, Jakarta, 2021

IIFM, Sukuk Report 2024: A Comprehensive Study of the Global Sukuk Market,




DOI: https://doi.org/10.30743/jhah.v6i3.12750

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Raihan Sinaga

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.