Implikasi Sosial Hukum Pengganti Ahli Waris Keluarga Batak Toba Tanpa Anak Laki-laki
Abstract
Hukum waris adat Batak Toba menganut sistem kekerabatan patrilineal yang menempatkan anak laki-laki sebagai ahli waris utama dan penerus marga. Kondisi ini menimbulkan persoalan hukum dan sosial ketika suatu keluarga Batak Toba tidak memiliki anak laki-laki, sehingga diterapkan praktik pengganti ahli waris sebagai mekanisme adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan pengganti ahli waris serta implikasi sosial-hukum yang ditimbulkannya terhadap anak perempuan dan janda pewaris. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus melalui analisis terhadap norma hukum adat, putusan pengadilan, serta literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengganti ahli waris belum memiliki pengaturan normatif yang jelas dan seragam, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dan berpotensi memperkuat ketimpangan gender. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara hukum adat dan prinsip keadilan serta kesetaraan dalam hukum nasional. Oleh karena itu, diperlukan reinterpretasi hukum waris adat Batak Toba yang lebih adaptif dan berkeadilan.
Kata Kunci: hukum waris adat, Batak Toba, pengganti ahli waris, patrilineal, keadilan gender.
Abstrack
Batak Toba customary inheritance law is based on a patrilineal kinship system that recognizes sons as the primary heirs and successors of the clan lineage. This structure creates legal and social issues when a Batak Toba family has no male offspring, leading to the application of substitute heirs as a customary mechanism. This study aims to examine the legal status of substitute heirs and the social and legal implications for daughters and widows in Batak Toba families without sons. The research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches through the analysis of customary law norms, court decisions, and relevant scholarly literature. The findings indicate that the practice of substitute heirs lacks clear and uniform normative regulation, resulting in legal uncertainty and the potential reinforcement of gender inequality. This condition reflects a lack of alignment between customary inheritance practices and the principles of justice and equality recognized in Indonesian national law. Therefore, a more adaptive and equitable reinterpretation of Batak Toba customary inheritance law is necessary.
Keywords: customary inheritance law, Batak Toba, substitute heirs, patrilineal system, gender justice.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Ali, Zainuddin. Metode Penelitian Hukum. Sinar Grafika, 2021.
Anugrah Septrianta Sitepu, Jefrizal Shadli Karo-Karo, and Rosmalinda Rosmalinda. “Pengaruh Hukum Adat Batak Sebagai Sumber Dalam Hukum Waris Di Indonesia.” Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik Dan Hukum Indonesia 1, no. 4 (October 9, 2024): 145–54. https://doi.org/10.62383/amandemen.v1i4.551.
Dewi, Dian Kemala. “Hak Waris Perempuan Menurut Hukum Adat Batak Toba Sebelum Dan Sesudah Keluarnya Keputusan MA. NO. 179K/SIP/1961.” Warta Dharmawangsa 14, no. 4 (October 1, 2020): 585–601. https://doi.org/10.46576/wdw.v14i4.911.
Eriyanti Zealanandia Aura Sari, Reggina, and Qothrunnada Elysia Al-Mahya. “Sistem Pembagian Waris Kepada Anak Dalam Waris Adat Batak Toba.” KULTURA:Jurnal IlmuHukum,Sosial,Dan Humaniora 1, no. 6 (2023): 58–66. https://doi.org/https://doi.org/10.572349/kultura.v1i6.581.
Ihromi, T. Omas. “Inheritance and Equal Rights for Toba Batak Daughters.” Law & Society Review 28, no. 3 (April 2, 1994): 525–37. https://doi.org/10.2307/3054072.
Indri Ati Sidabalok, Harni, Diana Amir, and Herlina Manik. “Kedudukan Anak Perempuan Dalam Mewaris Pada Masyarakat Batak Toba Di Desa Simpang Mesuji.” Zaaken: Journal of Civil and Business Law 4, no. 3 (October 17, 2023): 455–72. https://doi.org/10.22437/zaaken.v4i3.26675.
Lenny Verawaty, Ida Nadirah. “Distribution Of Inheritance To Adopted Children According To Batak Toba Customary” 6, no. 1 (2024): 169–79. https://doi.org/https://doi.org/10.30596/nomoi.v6i1.24691.
Naiborhu, Yoshua Putra Dinata, Rika Saraswati, B. Resti Nurhayati, and Emanuel Boputra. “Clanless Children and Inheritance in the Indigenous Batak Community: A Case Study of Supreme Court Decision No. 1537 K/Pdt/2012.” Lex Publica 12, no. 1 (November 6, 2025): 291–316. https://doi.org/10.58829/lp.12.1.2025.287.
Nandrini, Fadhila Triza, and Roland Febriansah. “Waris Adat Masyarakat Batak: Persoalan Pembagian Hak Waris Anak Perempuan Dalam Keluarga.” Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, Dan Humaniora 1, no. 5 (2023): 106–19. https://doi.org/https://doi.org/10.572349/kultura.v1i5.509.
Rohman, Abd. “Batak Toba Customary Inheritance Law from a Gender Justice Perspective.” Jurnal Mengkaji Indonesia 4, no. 1 (2025): 53–76. https://doi.org/10.59066/jmi.v4i1.1137.
Silalahi, Dwi Grace Rosalia, Lagat Parroha Patar Siadari, Fadlan, Erniyanti, and Soerya Respationo. “From Patrilineal Tradition to Gender Equity: The Evolution of Inheritance Law in Indonesia’s Batak Toba Community.” Enigma in Law 2, no. 2 (August 27, 2024): 129–43. https://doi.org/10.61996/law.v2i2.66.
Silalahi, Wilma, Eugenia Felicia, and Natiur Siregar. “Distribution of Woman Inheritance In Batak Toba Traditions According To The Law.” International Journal Of Global Community V, no. 2 (2022): 2022.
Simamora, Katrin. “Kedudukan Anak Perempuan Dalam Hukum Waris Adat Masyarakat Batak Toba Di Kota Pontianak Yang Tidak Mempunyai Saudara Laki-Laki.” Jurnal Hukum Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untan (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura 1, no. 2 (2013).
Sipahutar, Gracia Taruli Apriliani, and Yunanto. “Comparison of Civil Inheritance Law and Toba Batak Traditional Inheritance Law Regarding Those Who Only Have Daughters As Heirs.” Awang Long Law Review 6, no. 1 (2023): 104–12. https://doi.org/10.56301/awl.v6i1.976.
Siregar, Debora, Gracia Patunia Butarbutar, Jelita Teresia Br L. Tobing, Angelia Selina, and Lasenna Siallagan. “Hak Waris Anak Perempuan Menurut Hukum Adat Batak Toba Di Perawang: Studi Kasus Keputusan MA No. 179 K/SIP/1961.” Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia 7, no. 1 (March 30, 2025): 66–71. https://doi.org/10.23887/jabi.v7i1.81049.
Stoyanova, Desislava. “Gender Equality in Customary Inheritance Law in Indonesian Court Decisions.” Journal of Social Science and Humanities 6, no. 8 (August 28, 2024): 149–53. https://doi.org/10.53469/jssh.2024.6(08).29.
Suyanto, S H. Metode Penelitian Hukum Pengantar Penelitian Normatif, Empiris Dan Gabungan. Unigres Press, 2023.
Widihastuti, Setiati, Iffah Nurhayati, Puji Wulandari Kuncorowati, and Chandra Dewi Puspitasari. “A Shift of Inheritance Tradition in Batak Migrant Communities in Yogyakarta.” Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan 21, no. 1 (April 30, 2024): 41–53. https://doi.org/10.21831/jc.v21i1.71621.
Yuliana, Mita, and Fitri Nia Nur Aini. “Transformasi Hukum Waris Adat Batak Toba Dalam Konteks Kesetaraan Gender.” Tumou Tou Law Review, August 22, 2024, 76–83. https://doi.org/10.35801/tourev.v2i2.57566..
DOI: https://doi.org/10.30743/jhah.v7i1.13606
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 M. Faisal Rahendra Lubis, Zana Ratu Rijkie, Khansa Arini Saputri Pasaribu, Marsya Dwi Razita, Riris Paulina Hutabalian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
3.png)



2.png)

