Perbandingan Persentase Perkecambahan Diameter Bibit Katak Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain) Dengan Berbagai Media Organik

Qorry Hilmiyah Harahap

Abstract


Penelitian ini membandingkan persentase perkecambahan bibit porang (Amorphophallus muelleri Blume) yang berasal dari bulbil (katak) berdasarkan kelas diameter bulbil. Percobaan dilakukan di persemaian beratap naungan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 3 perlakuan diameter bulbil: kecil (<10 mm), sedang (10–15 mm), dan besar (>15 mm). Setiap perlakuan diulang 4 kali, masing-masing ulangan berisi 25 bulbil, sehingga total bahan tanam 300 bulbil. Semua perlakuan menggunakan media semai yang sama (campuran tanah gembur–kompos matang–sekam dengan aerasi baik), kedalaman tanam ±1–2 cm, dan pemeliharaan seragam (penyiraman terjadwal, sanitasi, dan naungan konstan). Pengamatan dilakukan selama 56 hari setelah tanam. Parameter yang diamati meliputi persentase perkecambahan, waktu muncul tunas, persentase bulbil busuk, serta indikator vigor awal (misalnya tinggi tunas). Data dianalisis secara deskriptif dan dilanjutkan ANOVA; apabila berbeda nyata, dilakukan uji lanjut DMRT 5%. Hasil menunjukkan kecenderungan bahwa bulbil berdiameter besar memberikan persentase perkecambahan lebih tinggi dan waktu muncul tunas lebih cepat dibanding diameter sedang dan kecil. Temuan ini menegaskan pentingnya sortasi bulbil berdasarkan diameter sebagai langkah praktis untuk meningkatkan efisiensi dan keseragaman pembibitan porang.

Keywords


Porang; Amorphophallus; muelleri; bulbil/katak; diameter bulbil; perkecambahan; persemaian

Full Text:

PDF

References


Nurjannah, H., Harun, M. U., & Sodikin, E. (2021). Germination of porang (Amorphophalus muelleri) from different bulbil to various planting media. BIOVALENTIA: Biological Research Journal, 7(2), 89–96. https://doi.org/10.24233/biov.7.2.2021.230

Putri, A. D. P. L., Wiendi, N. M. A., & Santosa, E. (2023). Proliferation of porang (Amorphophallus muelleri Blume) from bulbils and leaf cutting treated by NAA and BA. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 51(3), 299–311. https://doi.org/10.24831/jai.v51i3.48958

Saefudin, S., Syakir, M., Sakiroh, & Herman, M. (2021). Pengaruh bobot dan perendaman bulbil terhadap viabilitas dan pertumbuhan porang (Amorphophallus muelleri Blume). Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar, 8(2), 79–86.

Sugiyama, N., & Santosa, E. (2008). Edible Amorphophallus in Indonesia: Potential crops in agroforestry. Gadjah Mada University Press.

Sumarwoto. (2005). Iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume): Deskripsi dan sifat-sifat lainnya. Biodiversitas, 6(3), 185–190.

Sumarwoto, & Maryana. (2011). Pertumbuhan bulbil iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume) berbagai ukuran pada beberapa jenis media tanam. Jurnal Ilmu Kehutanan, 5(2), 91–98.

Winarno, G. D., Banuwa, I. S., & Harianto, S. P. (2023). Vegetative propagation of bubil seeds and tuber dormancy reduction in porang (Amorphophallus muelleri Blume) for shorter harvest time. International Journal of Design & Nature and Ecodynamics, 18(4), 957–962. https://doi.org/10.18280/ijdne.180423


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Qorry Hilmiyah Harahap

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.