Presepsi Petani dalam Melakukan Peremajaan Kelapa Sawit (Replanting)
Abstract
Peremajaan merupakan pergantian tanaman tua yang tidak ekonomis lagi dengan tanaman baru. Menurut Ginting et.al., (2008), pertimbangan utama dilakukan peremajaan kelapa sawit adalah umur tanaman yang akan dan telah mencapai umur ekonomis yaitu sekitar 25 tahun, tanaman tua dengan produktivitas rendah atau dibawah 13 ton TBS/ha/tahun yang mengakibatkan keuntungan yang diperoleh oleh petani sawit menurun.Keuntungan malakukan replanting mandiri yang dimaksud yaitu estimasi biaya peremajaan kebun kelapa sawit dengan pemilihan beberapa poin yang dapat dikerjakan oleh pemilik lahan sendiri seperti penggunaan tenaga kerja keluarga guna menekan pengeluaran upah tenaga kerja. Keuntungan selanjutnya yaitu beberapa poin menguntungkan dari teknis peremajaan yang telah di rancang oleh fasilitator yaitu penerapan sistem tanaman sela atau tumpeng sari yang bertujuan untuk menghindari putusnya pendapatan ekonomi petani selama peremajaan kelapa sawit berlangsung.
Keywords
Transplanting, peremajaan, kelapa sawit
Full Text:
PDFReferences
Ginting, et. al., 2008. Peremajaan Tanaman Kelapa Sawit Sistem Underplanting. Keunggulan dan kelemahannya. Medan. Pusat Penelitian Kelapa Sawit.
Hutasoit, F., Hutabarat, S., Muwadi, D. 2015. Analisis persepsi petani kelapa sawit swadaya bersertifikasi
RSPO dalam menghadapi kegiatan 1. Universitas Riau. Riau, ID.
Hafsah, M..J. (2000) Kemitraan Usaha Koperasi dan Strategi. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.
Setyamidjaja. 2006. Seri Budidaya Kelapa Sawit, Teknik Budi Daya, Panen, Pengolahan. Yogyakarta.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.
Suharto. E, kemiskinan dan perlindungan sosial di indonesia. Bandung alfabeta, 2009.
Refbacks
Copyright (c) 2022 Khairunnisyah Nasution, Dedi Kusbiantoro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
