Perbedaan Pencahayaan Pada Kultur Jaringan Plantlet Rumput Laut Kappaphycus alvarezii

Asthervina Widyastami Puspitasari, Ernawati Ernawati, Agung Setia Abadi, Umar Sasole, Marwa Marwa, Musa Karepesina, Welin Angely Warlela, Siva Eka Fatiha, Hosea Yenu


Abstract


Kultur jaringan rumput laut adalah sebuah metode pengembangan jaringan pada rumput laut yang bertujuan untuk mendapatkan bibit unggul dalam pemenuhan kebutuhan rumput laut di masyarakat. Plantlet rumput laut adalah jaringan muda pada rumput laut yang memiliki percabangan tunas yang banyak dan siap untuk dipindah pada medium cair untuk perkembangan lanjutan.  Teknik pengambilan data yang kami gunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium pada Unit Hatchery atau IBAL (Instalasi Budidaya Air Laut), Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong. pada bulan Agustus hingga Oktober 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi pencahayaan yang tepat dalam mengoptimalkan pertumbuhan jaringan plantlet rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii. Dalam penelitian ini terdapat 4 (empat) kelompok perlakuan, antara lain A (tanpa cahaya); B (12 jam cahaya); C (24 jam cahaya); D (12 jam cahaya merah). Sampel yang digunakan adalah plantlet yang sehat dan telah diseleksi sebelumnya. Kelompok perlakuan B merupakan perlakuan terbaik di semua parameter analisis pertumbuhan dan kelompok perlakuan A menunjukkan hasil yang paling rendah dibandingkan seluruh kelompok perlakuan, sedangkan tingkat kelangsungan hidup pada masing-masing perlakuan adalah sebagai berikut A (40%); B (100%); C (80%); D (100%).


Keywords


Cahaya, Kappaphycus alvarezii, Plantlet

Full Text:

PDF

References


Afandi, A., & Syam, A. (2018). Analisis kuantitas tiga varietas rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidaya dengan metode long line. Jurnal Akuakultura Universitas Teuku Umar, 2(2).

Andriyani, W. M., Komarudin, U., & Dwiyanto, F. S. (2019). Dampak Sosial Ekonomi Pengembangan Budidaya Rumput Laut Kultur Jaringan di Desa Agel, Kabupaten Situbondo. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan, 13(3), 243-263.

Astriana, B. H., Lestari, D. P., Junaidi, M. & Marzuki, M. (2019). Pengaruh kedalaman penanaman terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan di Perairan Desa Seriwe, Lombok Timur. Jurnal Perikanan Unram, 9(1), 17-29.

Azhari, M. R. (2024). Teknik Kultur Jaringan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara Provinsi Jawa Tengah. South East Asian Aquaculture, 2(1), 15-24.

Cokrowati, N., Nanda, D., Dewi, N. S., & Alis, M. (2020). Pertumbuhan Rumput Laut Lokal dan Rumput laut Hasil Kultur Jaringan Kappaphycus alvarezii. Journal of Fisheries and Marine Research, 4(1), 62-65.

Cokrowati, N., S. L. Yuniarti, N. Daniarti, M. Supiandi, Bangun. 2020. Kandungan Klorofil-adan Fikoeritrin Kappaphycus alvarezii Hasil Kultur Jaringan dan dibudidayakan pada Jarak Tanam Berbeda. Jurnal Biologi Tropis. Vol. 20(1) : 125-131.

Henley, D. & Felix, L.F. (2012). Physiological and Photomorphogenic Effect of Light on Marine Macrophytes. Seaweed Biology, Ecological Studies. Springer. Berlin. 3-7.

Ilalqisny, I dan Widyartini. 2000. Makroalga. Fakultas Biologi Universitas Jendral Soedirman. Purwokerto. 153 Hlm.

Lestari, N.A., Lumbessy, S.Y., Scabra, A.R. (2023). Perbandingan Pertumbuhan Dan Kandungan Pigmen Rumput Laut Eucheuma cottonii Lokal Dan Hasil KulturJaringan.Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR), Vol.7 (1), 49-58.

Riani, H., Rostika, R., & Lili, W. (2012). Efek pengurangan pakan terhadap pertumbuhan udang vaname (Litopenaeus vannamei) PL-21 yang diberi bioflok. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 3(3), 207-211.

Sitorus, E. R., Santosa, G. W., & Pramesti, R. (2020). Pengaruh rendahnya intensitas cahaya terhadap Caulerpa racemosa (Forsskål) 1873 (Ulvophyceae: Caulerpaceae). Journal of Marine Research, 9(1), 13-17.

Susilowati, T., Rejeki, S., Dewi, E.N., Zulfitriani. (2012). Pengaruh kedalaman terhadap pertumbuhan rumput laut (Eucheuma cottonii) yang dibudidayakan dengan metode longline di Pantai Mlonggo, Kabupaten Jepara. Jurnal Saintek Perikanan 8 (1), 7-12.

Veronika, H. H., Mappiratu, M., & Sumarni, N. K. (2017). Ekstraksi dan karakterisasi ekstrak zat warna rumput laut (Eucheuma cottonii). KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 3(1), 7-16.




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v7i2.10304

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.