Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasienj Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit Efarina Etaham Pematangsiantar Tahun 2024

Firdasari Firdasari, Damaris Naulina Sinaga, Dasri Cahyana Lumbantungkup, Thesalonika Ginting


Abstract


Diabetes Melitus adalah penyakit degeneratif.Proporsi kejadian diabetes melitus paling banyak pada diabetes melitus tipe II yaitu 85%-95% dari populasi dunia yang menderita diabetesmelitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasiotot progresif terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Efarina Etaham Pematangsiantar Tahun 2024. Penelitianini menggunakan metode kuantitatif Quasi Eksperimen dengandesign penelitian“Rancangan One Group Pretest Postest”. Sampel dalam penelitian ini adalah responden diabetes melitus tipe II dengan jumlah 43 responden. Analisis datadilakukan secara analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan Ada pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Efarina Etaham Pematangsiantar Tahun 2024. Dengan ρ value (0,000). Dengan tingkat kemaknaan ρ<0,005. Teknik relaksasi otot progresif menurunkan kadar gula darah, saran, dapat menjadikan penelitian ini menjadi acuan dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II, dan dapat memberikan informasi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah keputusan untuk melakukan teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II.

Keywords


Diabetes melitus, teknik relaksasi otot progresif, kadar gula darah

Full Text:

PDF

References


Anggraini, D., Widiani, E., & Budiono, B. (2023).Gambaran Tanda Gejala Diabetes Mellitus Tipe II pada Pasien Sebelum dan Sesudah Pemberian Terapi Air Putih (Hydrotherapy): Studi Kasus. Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences, 4(2), 131-140.

Adri, K., Arsin, A., & Thaha, R. M. (2020).Faktor risiko kasus diabetes mellitus tipe 2 dengan ulkus diabetik di rsud kabupaten sidrap. Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim, 3(1).

Amandari, I. G. A., Sarasmita, M. A., Dewi, N. P. U., & Krisnayanti, M. W. (2018). SGLT-2 inhibitor: pilihan terapi baru untuk penderita DM tipe 2. Hang Tuah Medical Journal, 16(1), 28-36.

Bingga, I. A. (2021).Kaitan kualitas tidur dengan diabetes melitus tipe 2. Jurnal Medika Hutama, 2(04 Juli), 1047-1052.

Dewi, A. M. (2022). Penerapan Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tingkat Stres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di WILAYAH CANDI Pawon Semarang. (Doctoral dissertation, Universitas Widya Husada Semarang).

Dewi, E. N. S. (2019). Pengaruh Latihan Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan. ProNers, 4(1).

Dewi,Rosliana. 2022. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Diabetes Mellitus.Grup penerbitan: CV BUDI UTAMA.

Etika Mita, HalloSehat kemenkes RI. jakarta 5 jenis tes untuk cek kadar gula darah serta cara membaca hasilnya. 31/10/2022.https://hellosehat.com/diabetes/cek-gula-darah/

Fatimah, R. N. (2015). Diabetes melitus tipe 2. Jurnal Majority, 4(5), 93-101.

Ferry, W. (2023).Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii. J Ilm Komputasi, 21(4), 319-30.

Indah Juniarti, I. J. (2021). Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe IIDi RSUD DR. H. IBNU SUTOWO BATURAJA TAHUN 2021 (Doctoral dissertation, STIK Bina Husada Palembang).

Juniarti, I., Nurbaiti, M., & Surahmat, R. (2021). Pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe II di RSUD Ibnu Sutowo. JKM: Jurnal Keperawatan Merdeka, 1(2), 115-121.

Karokaro, T. M., & Riduan, M. (2019).pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RUMAH SAKIT GRANDMED LUBUK PAKAM. Jurnal Keperawatan Dan Fisioterapi (Jkf), 1(2), 48-53.

Meilani, R., Alfikrie, F., & Purnomo, A. (2020). Efektivitas Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kadar Gula Darah: Penelitian Kuasi Eksperimen Pada Penderita Diabetes Militus Tipe 2 Usia Produktif. Borneo Nursing Journal (Bnj), 2(2), 22-29.

Nainggolan, P (2021), Tahun 2020, Penderita Diabetes di Pematangsiantar 2.932 Orang, HarianSIB, Pematangsiantar sabtu, 27 Februari 2021 13:09 WIB.

Notoatmodjo, 2012, Metodologi Penelitian Kesehatan, PT. RINEKA CIPTA, Jakarta.

LAWOLO, L. O. (2022). Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar GulaDarah Pada Pasien Diabetes Melitus TIipe II DI KELURAHAN ILIR.

P2TM Kemenkes RI.Jakarta Selatan. Yuk mengenai apa itu penyakit diabetes mellitus (DM) 13 juli 2020.

Purnama, R. F. N. (2023). Retinopati Diabetik: Manifestasi Klinis, Diagnosis, Tatalaksana dan Pencegahan. Lombok Medical Journal, 2(1), 39-42.

Pane, Dame, Arti Tinggi dan Rendahnya Kadar Gula Darah.AloDokter Kemenkes, RI, 19 Februari 2024.https://www.alodokter.com/arti-tinggi-dan-rendahnya-kadar-gula-darah-dalam-tubuh

Sugiyono, 2019, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, Penerbit Alfabeta, Bandung.

Supriyatini, A., Supriyadi, S., & Indriyawati, N. (2023).Pengaruh Progressive Muscle Relaxation terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Keperawatan, 15(2), 933-938.

Yusransyah, Y., Stiani, S. N., & Sabilla, A. N. (2022).HubunganAntara Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Mellitus Dan Support Yang Diberikan Keluarga. Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima, 4(2), 74-77.




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v7i2.10670

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.