Tumbuhan Obat di Desa Baumata: Kajian Etnofarmakognosi sebagai Materi Pembelajaran Biologi
Abstract
Masalah utama dalam penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat Desa Baumata tentang pemanfaatan tumbuhan obat serta kurangnya dokumentasi yang ilmiah tentang tumbuhan yang berkhasiat obat. Dikarenakan, belum adanya penelitian mendalam yang mengkaji tentang jenis-jenis tumbuhan tersebut secara ilmiah. Tanpa adanya dokumentasi ilmiah banyak spesies tumbuhan obat yang beresiko hilang sebelum potensinya terungkap. Selain itu, keterbatasan media pembelajaran yang kontekstual menjadi permasalahan dalam dunia pendidikan khususnya pada pembelajaran biologi sehingga peserta didik kurang mengenal kekayaan kearifan lokal yang ada di sekitar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat yang digunakan oleh masyarakat, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, cara pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat, jenis penyakit yang diobati, serta kelayakan media booklet. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan pengembangan (R&D), dengan berfokus pada pendeskripsian tumbuhan berkhasiat obat, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, cara pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat, jenis penyakit yang diobati, di Desa Baumataa, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, serta pengembangan media booklet yang divalidasi oleh ahli media dan ahli materi.Hasil penelitian ditemukan 14 jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat Desa Baumata untuk mengobati penyakit yaitu, kunyit, jeruk nipis, sereh, jambu biji, kumis kucing, kemiri, cocor bebek, sirsak, kemangi, balakacida, sirih, faloak, dan binahong. Bagian tumbuhan yang digunakan adalah bagian rimpang, buah, daun, batang, dan kulit kayu. Cara pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat yaitu direbus, dibakar, ditumbuk, diperas, ditempelkan, diseduh, dan dihaluskan atau diparut. Jenis penyakit yang diobati yaitu nyeri haid, batuk, asam urat, diare, batu ginjal, bisul, kanker, kolesterol dan hepatitis, bau badan, luka ringan, keputihan, pemulihan pasca lahiran, lambung, dan tumor. Hasil analisis angket validasi ahli media diperoleh persentasi kelayakan sebesar 80 % dan persentasi kelayakan ahli materi 82, 35% dengan nilai rata-rata 81, 175% berada pada kategori valid.
Keywords
References
Astika, D. (2018). Tumbuhan dan Karakteristiknya: Kajian Morfologi dan Taksonomi. Bandung: Alfabeta.
Fitriani, A. (2016). "Etnofarmakognosi: Studi Interdisipliner Penggunaan Tumbuhan Obat Tradisional."Jurnal Farmasi Indonesia, 8(1), 12-19.
Hariana, A. (2006). Tumbuhan Obat: Khasiat dan Penggunaan Tradisional. Jakarta: Penerbit Kanisius.
Kurniawan, B. (2021). "Konservasi Keanekaragaman Hayati: Strategi Pelestarian Tumbuhan Obat."Jurnal Konservasi dan Pengembangan Sumber Daya Alam, 8(1), 45-56.
Lestari, R. (2018). "Etnofarmakognosi dan Hubungannya dengan Etnofarmasi."Jurnal Penelitian Herbal Indonesia, 12(3), 200-212.
Nugroho, A.,Surya, R., &Taufik (2020). Eksplorasi Tumbuhan Obat di Indonesia: Kajian Etnofarmakologi. Jakarta: Penerbit Gramedia.
Nursiyah, L. (2013). "Tumbuhan Obat sebagai Bahan Tradisional."Jurnal Herbal Tradisional Indonesia, 9(2), 123-132.
Putri, D. R., & Santoso, H. (2022). "Efektivitas Media Booklet dalam Pembelajaran Biologi Berbasis Kearifan Lokal."Jurnal Pendidikan Biologi, 10(2), 124-135.
Rahmawati, E., Zulfa, N., & Putra, R.,(2019). "Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Berbasis Kontekstual."Jurnal Inovasi Pendidikan Indonesia, 5(3), 67-75.
Tudjuka, S., & Ningsih, R. (2014). "Bagian-Bagian Tumbuhan yang Digunakan Sebagai Obat Tradisional."Jurnal Biologi Tropika, 6(1), 78-89.
Wahyuni, S., Khunaidi, & Pitopang, R. (2016). "Keanekaragaman Bagian Tumbuhan Obat Tradisional di Indonesia."Jurnal Konservasi Flora dan Fauna Indonesia, 14(2), 89-101.
Fitriani, N. (2016). Konsep dasar etnofarmakognosi. Jurnal Farmasi dan Farmakognosi Indonesia, 8(3), 145-152
Kusuma, N., & Zaki, M. (2005). Proses pengolahan obat tradisional. Jurnal Kesehatan Tradisional Indonesia, 7(2), 123-130.
Sudjana, Nana. 2001. Media Pengajaran, Bandung: Sinar Baru Algesindo
Tudjuka, K., &Ningsih, S.T. (2014) Keaneka Ragaman Jenis Tumbuhan Obat Pada Kawasan Hutan Lindung d. Desa Tindolo Kecamanatn Pamona Tenggara Kabupaten Poso. Warta Rimba. Vol.2 Hal. 120-128
Wahyuni, S., Khunaidi, & Pitopang, R. (2016). Pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat local. Jurnal Biologi Tropis, 13(2), 75-82
Nugraeni, A. (2021). Booklet sebagai media pembelajaran: Efektivitas dan cara pengembangannya. Media Edukasi, 15(2),45-50
Badan Pusat statistik. (2002), Survei penggunaan obat tradisional di Indonesia tahun 2001. Jakarta:
DOI: https://doi.org/10.30743/best.v8i2.11478
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



1.jpg)














