EVALUASI POTENSI INTERAKSI PENGGUNAAN OBAT OAT DAN NON OAT PADA PASIEN RAWAT INAP DIRUMAH SAKIT TENTARA TK. IV. O1.07.01 KOTA PEMATANG SIANTAR

Sahfika Natasya, Eka Prastikasari, Winda Melisa Peranginangin


Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi interaksi antara OAT dan non-OAT pada pasien rawat inap dengan TB paru, serta mengidentifikasi jenis dan tingkat keparahan interaksinya.Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif yang dilakukan pada 95 data rekam medis pasien TB paru rawat inap di Rumah Sakit Tentara TK.IV.01.07.01 Kota Pematangsiantar selama Januari–April 2025. Data diambil dari resep dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan basis data interaksi obat Mixromedex dan Drug.com Interaction Checker,Dari 95 pasien, mayoritas berjenis kelamin laki-laki 64 orang (67%) dan berada pada kelompok usia 56–65 tahun 27 orang (28%). Sebanyak 894 potensi interaksi obat teridentifikasi, terdiri dari interaksi antara OAT dan non-OAT, serta antar non-OAT. Interaksi diklasifikasikan berdasarkan mekanisme sebagai interaksi farmakokinetik 512 angka kejadian (57%), farmakodinamik 329 kejadian (37%). Berdasarkan tingkat keparahan, ditemukan interaksi kategori minor 15 angka kejadian (2%), moderate 238 angka kejadian (27%), dan major 641 angka kejadian,(72%).Potensi interaksi obat antara OAT dan non-OAT cukup tinggi, dengan proporsi interaksi bermakna secara klinis (moderate dan major) mencapai 65%. Hasil ini menunjukkan pentingnya pemantauan terapi obat secara ketat untuk meningkatkan keselamatan dan efektivitas pengobatan pada pasien TB

Keywords


Tuberkulosis Paru, OAT, Interaksi Obat, Rawat Inap, Mixromedex, Drug.Com Interaction Checker

Full Text:

PDF

References


Adiatama, T. Y. (2020). Mycobacterium tuberculosis dan Penyakit Tuberkulosis. Jakarta: UI Press.

Arbex, M. A., Varella, M. de C. L., Siqueira, H. R. de, & Mello, F. A. de. (2021). Drug interactions in tuberculosis treatment: A systematic review. Journal of Antimicrobial Chemotherapy, 65(1), 1–13.

Baxter, K. (2018). Stockley’s Drug Interactions. London: Pharmaceutical Press.

Budi, Y. A., Sari, D. K., & Wardani, R. (2018). Faktor Lingkungan dan Kejadian TB Paru. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(1), 40-48.

Darliana, E. (2021). Pengobatan Tuberkulosis: Strategi dan Terapi. Majalah Kedokteran Indonesia, 61(4), 200–207.

Depkes RI. (2025). Pedoman Pengobatan Tuberkulosis. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Dipiro, J. T., et al. (2018). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (7th ed.). New York: McGraw-Hill Medical.

Kemenkes RI. (2011). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2023). Riskesdas. Jakarta: Badan Litbang Kesehatan.

Kemenkes RI. (2024). Petunjuk Teknis Program Pengendalian TB Nasional. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2024). Laporan Kesehatan Nasional Tahun 2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI

Kenedyanti, C., & Sulistyorini, N. (2017). Tuberkulosis: Epidemiologi dan Manajemen. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 123–130.

Kristini, N. P., & Hamidah, A. (2020). Faktor Risiko Tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 14(1), 23–30.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta: Kemenkes RI.

Margareth, F. (2024). Distribusi Jenis Kelamin Pasien Tuberkulosis di RSUD X Jakarta. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 15(1), 22-28




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v8i2.12514

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.