Kajian Perencanaan Obat Dengan Metode Konsumsi Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Efarina Etaham Kota Pematangsiantar Tahun 2024

Hizkia Tampubolo, Gita A Damanik, Hhenny Marianty Saragih


Abstract


Rumah Sakit Efarina merupakan salah satu Rumah Sakit Swasta memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan daerah wilayah Kota Pematangsiantar Sumatera Utara, yang dimana masih perlu melakukan pengkajian menyeluruh terhadap sistem perencanaan obat yang diterapkan di Instalasi Rumah Sakit tersebut. Ketidaktepatan perencanaan dapat menyebabkan kekosongan atau kelebihan stok obat yang berdampak pada pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perencaanaan obat kebutuhan obat menggunakan metode konsumsi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Efarina Etaham Kota Pematangsiantar serta menilai efektivitas metode ini dalam menjamin ketersediaan obat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif terhadap data laporan pemakaian obat selama Januari–Juni 2024. Data yang dianalisis meliputi pemakaian aktual, lead time, dan safety stock. Sampel penelitian terdiri atas 74 item obat yang dipilih dari 287 jenis obat dalam daftar formularium rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian antara perencanaan dan ketersediaan obat di Instalasi Farmasi mencapai lebih dari 80% pada sebagian besar bulan penelitian. Beberapa obat seperti antibiotik, antihipertensi, dan obat saluran cerna masih mengalami kekosongan akibat keterlambatan pengiriman dan pembaruan data yang tidak rutin. Disimpulkan bahwa metode konsumsi efektif digunakan dalam perencanaan kebutuhan obat karena didasarkan pada data penggunaan aktual dan dapat membantu menjaga kestabilan ketersediaan obat di rumah sakit. Penerapan metode ini perlu diimbangi dengan sistem pencatatan logistik yang akurat serta evaluasi rutin terhadap data pemakaian

Keywords


Metode Konsumsi, Ketersediaan Obat, Safety Stock, Lite Time

Full Text:

PDF

References


Adriany, A. (2020). ANALISIS PERENCANAAN OBAT DENGAN METODE KONSUMSI DI INSTALASI FARMASI RSUD MAKASSAR (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).

Agustini, K., Priyadi, A., & Fauziah, N. (2020). Perencanaan obat pasien BPJS rawat jalan dengan metode konsumsi di instalasi farmasi rsud kabupaten bandung. Syntax Literate, 5(11), 1346-1357.

Dewi, I. G. A. A. C., Dyahariesti, N., & Yuswantina, R. (2020). Evaluasi perencanaan dan pengadaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Pandan Arang Boyolali. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 3(1), 8–14.

Fitriani, D., Lestari, Y., & Harahap, N. A. (2020). Evaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan ATC/DDD di Instalasi Farmasi RS tipe B. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 7(1), 45–53.

Indriani, N., Fudholi, A., & Andayani, T. M. (2020). Analisis perencanaan obat di instalasi farmasi rumah sakit menggunakan metode konsumsi. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi (Journal of Management and Pharmacy Practice), 10(1), 1–8.

Kaplan, W., & Laing, R. (2015). Priority medicines for Europe and the world: 2013 update. Geneva: World Health Organization.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Pedoman perencanaan obat dan perbekalan kesehatan. Jakarta: Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Laporan ketersediaan obat esensial di rumah sakit tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kohl, S. (2020). EAHP releases results of 2019 medicines shortages survey. European Journal of Hospital Pharmacy, 27(4), 243.

Malinggas, N. E. (2015). Analisis Manajemen Logistik Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah DR Sam Ratulangi Tondano. Jikmu, 5(5)




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v8i2.12520

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.