Kualitas Nutrien Tepung Daun Indigofera sp. Terfermentasi (7 Hari) dengan Penambahan EM4 (Effective Microorganisme 4) Sebagai Pakan Fungsional Ayam Petelur

Harfina Rais, Rikardo Silaban, Andre Meiditama Kasenta, Nani Irwani


Abstract


Pakan merupakan komponen utama dalam usaha peternakan ayam petelur, karena berperan langsung terhadap produktivitas, kualitas telur dan efisiensi usaha. Harga pakan yang tidak stabil dan cenderung tinggi disebabkan oleh ketergantungan pada bahan baku impor. Salah satu solusi permasalahan ini adalah dengan memanfaatkan bahan pakan lokal, yaitu Indigofera sp. Tanaman ini mempunyai kandungan protein tinggi tapi serat kasar yang tinggi juga, sehingga perlu pengolahan berupa fermentasi dengan penambahan bioaktivator EM4 agar kualitas nutrient meningkat dan pemanfaatannya lebih optimal untuk ayam petelur. Penelitian ini bertuan untuk menganalisis kualitaas nutrien tepung daun indigofera yang difermentasi dengan penambahan EM4 pada level berbeda selama 7 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. P1 ditambahkan EM4 sebanyak 0,5%, P2 ditambahkan EM4 1%, P3 ditambahkan EM4 1,5%, P4 ditambahkan EM4 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EM4 sampai level 2% nyata (P<0.05) meningkatkan Protein Kasar sampai pada level 22.86%, Kandungan Abu nyata berbeda (P<0.05) dengan P2 dan P4 memiliki kandungan paling rendah yaitu 7.10% dan 7.39%. Sedangkan parameter lainnya berupa bahan kering, lemak kasar, serat kasar, Bahan ekstrak tanpa nitrogen dan energi metabolis tidak berbeda nyata. Namun secara numerik P4 (2%) memiliki kandungan Serat Kasar paling rendah dan kandungan energi metabolis paling tinggi.

Keywords


Indigofera; Fermentasi; Pakan Fungsional; Nutrien

Full Text:

PDF

References


Akbarillah., T., D. Kususiyah, Kaharuddin, dan Hidayat. 2008. Tepung daun Indigofera sebagai suplementasi pakan terhadap produksi dan warna yolk puyuh (Coturnix coturnix japonica). Jurnal Sains Peternakan Indonesia Vol. 3 (1): 20-23

Ardiyanto, Y., & Sukaryani, S. (2025). Comparison of fermentation using MA-11 and EM4 on the physicochemical characteristics of rice straw. Jurnal Biologi Tropis, 25(4a), 178–183.

Azizah, N. H., Ayuningsih, B., & Susilawati, I. (2020). Pengaruh penggunaan dedak fermentasi terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Jurnal Sumber Daya Hewan, 1(1), 9-13.

Badat, M., U. Kulsum, H.Y. Sikone, dan Rifa’i. 2023. The quality of fermented rice straw with Trichoderma viride Inoculum. Journal Animal Feed Research 13(2):143-147

Bolsen KK, Ashbell G, Wilkinson JM. 2000. Silage Additives. Di dalam WallaceRJ, Chesson A, editor. Biotechnology in Animal Feeds and Animal Feeding.Weinheim. New York. Basel. Cambridge. Tokyo: VCH. p 33-54.

Hardi, L. M. K., Yanuarianto, O., & Al Gifari, Z. (2025). Pengaruh beberapa jenis fermentor terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, dan lemak kasar jerami jagung. Journal of Microbiology, Biotechnology and Conservation, 1(3).

Jamila dan F.K. Tangdilintin. 2011. Kandungan Lemak Kasar, BETN, Kalsium dan Phospor Feses Ayam yang Difermentasi Bakteri Lactobacillus sp. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Hal: 145-152.

Jannah Raudatul. 2022. Kualitas Nutrisi Pellet Dengan Penambahan Tepung Daun Indigofera (Indigofera Zollingeriana) Sebagai Pensubstitusi Bungkil Kedelai Pada Lama Penyimpanan Yang Berbeda. Fakultas Pertanian dan Peternakan, UIN Suska Riau. Skripsi.

Kristianto, L. K. (2023). Potensi Ampas Kelapa Sebagai Bahan Pakan Ternak Alternatif Di Kalimantan Timur. Warta BSIP Perkebunan, 1(1), 17-21.

Kung, L., Shaver, R. D., Grant, R. J., & Schmidt, R. J. 2018. Silage review: Interpretation of chemical, microbial, and organoleptic components of silages. Journal of Dairy Science, 101(5), 4020–4033.

Mirnawati. (2006). Peningkatan kualitas limbah bulu ayam melalui fermentasi dengan EM4. Jurnal Peternakan Indonesia, 11(3), 242–248.

Molo, N. J., Oematan, G., & Maranatha, G. (2023). Pengaruh Level dan Lama Waktu Fermentasi Tongkol Jagung Menggunakan EM4 terhadap Kandungan Protein Kasar, Lemak Kasar, Kadar Abu, dan Energi: Indonesia. Animal Agricultura, 1(2), 59-68.

Palupi, R., L. Abdullah, D. A. Astuti, dan Sumiati. 2014. Potensi dan pemanfaatan tepung pucuk Indigofera sp 51 sebagai bahan pakan subtitusi bungkil kedelai dalam pakan ayam petelur. JITV. Vol. 19(3): 210-219.

Pamungkas, W. 2011. Teknologi fermentasi, alternatif solusi dalam Upaya pemanfaatan bahan pakan lokal. Media Akuakultur, 6(1), 43-48.

Putra, E. A., dan O. Sjofjan. 2021. Evaluasi Kandungan Nutrisi, Tanin, dan Densitas Biji Asam (Tamarindus indica) Hasil Penggorengan Sebagai Bahan Pakan Unggas. Jurna L Peternakan Indonesia. 23(2):44–50.

Rostini, T., A. Jaelani, M. Ali. (2022). Pengaruh lama fermentasi terhadap karakteristik, kandungan protein dan serat kasar ongkol jagung. Ziraa'ah: 47 (2), 257-266

Sinaga, D.S., H. Rais. 2024. Evaluasi kualitas fisik silase ampas tahu dengan penambahan ampas teh. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan. 6(2):93-99

Wahyuddin, A., R. Fitria., N. Hindratiningrum. 2024. Kandungan Lemak Kasar dan BETN Pada Amofer Jerami Padi Dengan Penambahan Starter MOL Asal Nasi Basi dan Onggok. Buletin Peternakan Tropis.5(1): 24-30




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i1.13489

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.