SENI DIPLOMASI DAN RETORIKA MANGALEHEN HATA DALAM TRADISI PERUNDINGAN MAHAR PATOBANG HATA MANDAILING

Azwa Khalisa Nasution, Safira Ayesha Ismaidini, Nailah Faizah S Rambe, Putri Anggini, Hoirina Pulungan, Fitriani Lubis


Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seni diplomasi dan retorika mangalehen hata dalam tradisi perundingan mahar patobang hata pada masyarakat Mandailing. Praktik ini merupakan proses musyawarah adat yang menggunakan bahasa kiasan, peribahasa, dan strategi komunikasi tidak langsung untuk menjaga keharmonisan antar keluarga serta menghindari konflik. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan wawancara mendalam, penelitian ini membedah bagaimana nilai-nilai kearifan lokal seperti kesantunan, penghormatan, dan martabat keluarga diwujudkan dalam tutur kata tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terjadi pergeseran gaya komunikasi pada generasi muda yang cenderung lebih sederhana dan praktis akibat modernisasi, nilai-nilai inti dalam retorika tersebut tetap dipertahankan sebagai media pelestarian budaya. Secara keseluruhan, mangalehen hata berfungsi sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat hubungan kekerabatan masyarakat Mandailing melalui negosiasi simbolik yang bijaksana

Keywords


Kata kunci: Tradisi Mandailing, Mangalehen Hata, Patobang Hata, Mahar, Retorika, Diplomasi Adat, Kearifan Lokal.

Full Text:

PDF

References


Harahap, M., & Hasibuan, R. (2023). Kearifan lokal dalam tradisi perundingan adat Mandailing sebagai bentuk diplomasi budaya. Jurnal Antropologi Nusantara, 8(2), 98–107.

Lubis, A., Harahap, D., & Nasution, S. (2022). Tradisi lisan sebagai media komunikasi budaya pada masyarakat Mandailing. Jurnal Linguistik dan Sastra Daerah, 4(1), 34–42.

Lubis, M., & Nasution, R. (2021). Nilai-nilai komunikasi adat dalam tradisi patobang hata pada masyarakat Mandailing. Jurnal Kajian Bahasa dan Budaya Nusantara, 5(2), 115–124.

Nasution, A. S., & Maria, S. (2021). Komunikasi Tradisional dalam Prosesi Patobang Hata pada Pernikahan Adat Mandailing di Desa Maga. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Budaya (JIKB), 1(2), 88-102.

Nasution, F., Ritonga, M., & Lubis, H. (2024). Pelestarian tradisi lisan Mandailing di tengah perubahan sosial masyarakat modern. Jurnal Kebudayaan Indonesia, 9(1), 67–75.

Pulungan, A. S., & Hasibuan, A. (2022). Analisis Nilai-Nilai Budaya dalam Tradisi Mangalehen Hata pada Masyarakat Etnis Mandailing: Kajian Kearifan Lokal. Jurnal Basastra: Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(3), 245-258.

Siregar, D., Harahap, S., & Lubis, A. (2022). Strategi komunikasi dan makna simbolik dalam tradisi mangalehen hata pada upacara adat Mandailing. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Lokal, 7(1), 45–53.

Siregar, P., Nasution, A., & Batubara, L. (2023). Peran tokoh adat dalam menjaga keberlangsungan tradisi patobang hata pada masyarakat Mandailing. Jurnal Pendidikan dan Budaya Lokal, 6(2), 121–130




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i1.13635

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.