Hubungan Komunikasi Interpersonal, Kualitas Kerja Sama Tim, Persepsi, Dan Regulasi Tim Keperawatan Terhadap Budaya Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit Murni Teguh Tangerang

Pinta Nadapdap, Frida Lina Tarigan, Dewi Bancin


Abstract


Budaya keselamatan pasien merupakan indikator penting mutu pelayanan keperawatan dan dipengaruhi oleh komunikasi interpersonal, kerja sama tim, persepsi perawat, serta regulasi tim keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan keempat variabel tersebut dengan budaya keselamatan pasien di RS Murni Teguh Ciledug Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan dianalisis dengan regresi linier sederhana dan berganda. Populasi sebanyak 180 perawat dengan masa kerja ≥1 tahun. Sampel sebanyak 123 responden, ditentukan dengan rumus Isaac & Michael. Teknik Sampling adalah stratified random sampling proporsional. Hasil penelitian ini Sebagian besar responden menilai komunikasi interpersonal, kerja sama tim, dan persepsi perawat dalam kategori sedang, sedangkan budaya keselamatan pasien dalam kategori baik (60,2%). Regresi sederhana menunjukkan komunikasi interpersonal, kerja sama tim, dan persepsi perawat berhubungan positif signifikan (p<0,05), sedangkan regulasi tim tidak signifikan. Regresi berganda menunjukkan model signifikan (p<0,05); secara parsial persepsi perawat berpengaruh positif signifikan (p=0,017) dan regulasi berpengaruh negatif signifikan (p=0,038). Persepsi perawat merupakan faktor dominan dalam membentuk budaya keselamatan pasien

Keywords


Komunikasi Interpersonal, Kualitas Kerja Sama Tim, Persepsi Perawat, Regulasi Tim Keperawatan, Budaya Keselamatan Pasien.

Full Text:

PDF

References


Abdurrouf & Pandin M. G. R., M. (2021). Interprofessional Collaboration Improves Patient Safety: A Review. Preprints. https://doi.org/https://doi.org/10.20944/preprints202104.0230.v1

Abraham Nsatimba F. Agyare D. F. Agyeiwaa J. Opoku-Danso R. Ninnoni J. P. Doe P. F. Kuffour B. O. Anumel B. K. Berchie G. O. Boso C. M. Druye A. A. Okantey C. Owusu G. Obeng P. Amoadu M. & Commey I. T., S. A. (2024). Barriers and outcomes of therapeutic communication between nurses and patients in Africa: a scoping review. BMC Nursing, 23(1). https://doi.org/https://doi.org/10.1186/s12912-024-02038-0

Adiba, F., & Rosita, D. (2023). Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi. Akses : Journal of Publik & Business Administration Science, 5(2), 8–17. https://doi.org/10.58535/jasm.v5i2.40

Adriansyah & Rahayu N., A. (2022). Peran budaya keselamatan pasien dalam menentukan kualitas pelayanan di rumah sakit. Journal of Healthcare Quality, 8(3), 99–107. https://doi.org/https://doi.org/10.1097/jhcq.2022.004

Alharazi Abdulrahim R. J. Mazuzah A. H. Almutairi R. Almutary H. & Alhofaian A., R. (2025). Barriers and Factors Affecting Nursing Communication When Providing Patient Care in Jeddah. Clinics and Practice, 15(1), 19. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/clinpract15010019

Anggraini Ritonga D. H. Kristina L. Syam M. & Kustiawan W., C. (2022). Komunikasi Interpersonal. Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 1(3). https://doi.org/https://doi.org/10.37676/mude.v1i3.2611.




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i1.13906

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.