KEANEKARAGAMAN MOLUSKA YANG DITEMUKAN DI BATANG SINAMAR KABUPATEN LIMA PULUH KOTA : STUDI KEANEKARAGAMAN HAYATI DALAM BENTUK ATLAS DIGITAL

Nadia Ananda Putri, Nurhadi Nurhadi, Mimin Mardhiah Zural


Abstract


Batang Sinamar merupakan salah satu ekosistem perairan yang memiliki potensi keanekaragaman fauna, salah satunya adalah Moluska. Keberadaan Moluska pada suatu perairan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi dan potensi keanekaragaman hayati di lingkungan tersebut. Namun, informasi mengenai jenis dan tingkat keanekaragaman Moluska di Batang Sinamar Kabupaten Lima Puluh Kota masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis Moluska yang terdapat di Batang Sinamar, menganalisis tingkat keanekaragamannya pada beberapa lokasi pengamatan, serta memanfaatkan hasil penelitian sebagai dasar penyusunan Atlas Digital untuk menunjang pembelajaran Biologi pada materi Keanekaragaman Hayati. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2026 di tiga stasiun pengamatan, yaitu Nagari Suliki, Nagari Sungai Rimbang, dan Nagari Andiang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan random sampling dengan teknik hand sorting. Spesimen yang diperoleh selanjutnya diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi, sedangkan tingkat keanekaragaman dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wiener.Hasil penelitian menunjukkan adanya 10 spesies. Berdasarkan kelasnya, ditemukan 8 spesies Gastropoda dan 2 spesies Bivalvia. Spesies tersebut terdiri atas Pomacea canaliculata, Pila ampullacea, Filopaludina martensi, Brotia costula, Thiara winteri, Tarebia lineata, Thiara scabra, Melanoides tuberculata, Pilsbryoconcha exilis, dan Corbicula moltkiana. Analisis indeks keanekaragaman Shannon-Wiener menunjukkan nilai sebesar 1,2949 pada Stasiun I dengan kategori sedang, 1,4436 pada Stasiun II dengan kategori sedang, dan 0,4127 pada Stasiun III dengan kategori rendah. Sementara itu, nilai keanekaragaman secara keseluruhan mencapai 3,1512 dan termasuk kategori tinggi

Keywords


Keanekaragaman Hayati, Moluska, Gastropoda, Bivalvia

Full Text:

PDF

References


Auliatuzahra, E., dan Dzakiy, M. A. (2023). Keanekaragaman Filum Mollusca Dan Peranannya Dalam Ekosistem Air Sungai Di Kawasan Gua Pancur Pati. Prosiding Webinar Biofair 2023, 431–436.

Czerniawski, R., dan Krepski, T. (2021). Does lake eutrophication support biological invasions in rivers? A study on Dreissena polymorpha (Bivalvia) in lake-river ecotones. Ecology and Evolution, 11(17), 12008–12019. Https://Doi.Org/10.1002/Ece3.8013.

Kana, F. R., Toruan, L. Nauli Lumban, dan Saraswati, S. A. (2024). Community Structure Of Mollusca In Sulamanda Beach, Kupang Regency, East Nusa Tenggara. Jurnal Moluska Indonesia, 8(2), 49–58. Https://Doi.Org/10.54115/Jmi.V8i2.101

Marhento, G., dan Alamsyah, M. (2021). Studi Identifikasi Biodiversitas Gastropoda Di Kawasan Situ Gintung Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten. Edubiologia, 1(2), 98–108.

Mariyah, Mohd. Yusuf Amrullah, S. (2025). Identifikasi Moluska (Bivalvia Dan Gastropoda) Di Area Kawasan Lubuk Larangan Sungai Batang Bungo Dusun Tebat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Semah : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol. 9 No.1 Juni 2025 April 2024, 9(1), 22–28.

Nova, Regita Ramdani Putri S, Windi Astuti, N. S. (2023). Keanekaragaman Mollusca: Kajian Biologi, Klasifikasi, Dan Peran Ekologis Dalam Ekosistem. Digilib.Uinkhas.Ac.Id, 2023010108006, 1–25.

Putra, A. W., Al Anshari, M., Sukri, N. M., Widarto, T. H., Atmowidi, T., Litaay, M., dan Priawandiputra, W. (2023). Keanekaragaman dan Distribusi Gastropoda Air Tawar di Sungai Ciapus, Jawa Barat, Indonesia. Jurnal Sumberdaya Hayati, 9(4), 145–151. https://doi.org/10.29244/jsdh.9.4.145-151

Rosaningdyah, A. R., dan Rudyatmi, E. (2024). Pengembangan E-Atlas Struktur Tumbuhan Berbiji Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Jaringan, Organ, Dan Sistem Organ Pada Tumbuhan Di SMA. Prosiding Semnas Biologi XII, 3(2), 191–198.

Safa’ah, U., dan Utami, S. (2018). Identifikasi Keanekaragaman Mollusca Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Di Area Persawahan Dan Das Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi. Prosiding Seminar Nasional Simbiosis Iii, September, 234–247. Http://Prosiding.Unipma.Ac.Id/Index.Php/Simbiosis/Article/View/664/636

Shahra, F. D., Jayanthi, S., Sentosa, Z. S. G. F., Ayu, M., dan Syahputra, M. K. (2023). Keanekaragaman Mollusca Sebagai Indikator Kualitas Air di Kuala Langsa, Aceh. Jurnal Jeumpa, 10(1), 49–57. https://doi.org/10.33059/jj.v10i1.5726

Shalihah, H. N., Purnomo, P. W., dan Widyorini, N. (2017). Keanekaragaman Moluska Berdasarkan Tekstur Sedimen Dan Kadar Bahan Organik Pada Muara Sungai Betahwalang, Kabupaten Demak (Molluscs Diversity Based On Sediment Texture And Organic Matter Content In Betahwalang Estuary, Demak Regency). Saintek Perikanan : Indonesian Journal Of Fisheries Science And Technology, 13(1), 58. Https://Doi.Org/10.14710/Ijfst.13.1.58-64

Telaumbanua, M. (2025). Pengaruh Oksigen Terlarut ( Do ). Jurnal Perikanan Dan Kelautan, 02, 200–206.

Wulandari, D. A., Safaat, M., dan Sugara, A. (2022). Diversitas Moluska Di Pantai Pameungpeuk, Garut Selatan, Jawa Barat. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 14(April), 1–14.




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i2.14340

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.