Hubungan Perilaku Konsumsi Fast Food Dengan Tingkat Risiko Obesitas Pada Kelompok Usia Remaja Dengan Rentang Usia 18 Tahun Di SMKN 1 Pematangsiantar Tahun 2026
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Amalia, R. (2018). Karakteristik dan jenis makanan cepat saji (fast food) yang populer di kalangan remaja. Vektor Penerbit.
Asikin, M., Nasir, A., & Podding, I. T. (2025). Tren prevalensi overweight dan obesitas pada remaja Indonesia berdasarkan analisis Riskesdas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 19(1), 22-30.
Banowati, L., Nugraha, G. I., & Sofiatin, Y. (2011). Risiko konsumsi western fast food dan kebiasaan tidak makan pagi terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMAN 1 Cirebon. Majalah Kedokteran Bandung.
Cahyorini, A., Wulandari, S., & Lestari, P. (2022). Pengaruh konsumsi makanan cepat saji terhadap indeks massa tubuh remaja sekolah menengah atas. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(2), 112-120.
Gede, I. B., Wardana, I. M., & Suarta, K. (2024). Pola konsumsi fast food sebagai makanan utama dan selingan di kalangan remaja perkotaan Indonesia. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 20(3), 156-165.
Hanum, L. (2023). Faktor risiko kejadian obesitas pada remaja: Konsumsi fast food, kebiasaan melewatkan sarapan, dan aktivitas fisik. Jurnal Nutrisi Terapi, 8(2), 75-83.
Jia, P., Luo, M., Li, Y., Zheng, J. S., Xiao, Q., & Luo, J. (2021). Fast-food restaurant, unhealthy eating, and childhood obesity: A systematic review and meta-analysis. Obesity Reviews, 22(S1), e12944.
Kholifah, N., Pratiwi, R., & Hartati, S. (2018). Analisis kandungan nutrisi, energi, dan lemak pada fast food serta pengaruhnya terhadap remaja. Jurnal Gizi Pangan, 13(1), 29-36.
Lee, S., Park, H., & Kim, Y. (2022). Global trends in adolescent obesity and the impact of modern dietary lifestyles. International Journal of Obesity and Nutrition, 46(4), 512-521.
Lister, M., Roberts, J., & Smith, T. (2023). Pathophysiology of obesity: Imbalance between energy intake and expenditure over time. Lancet Diabetes & Endocrinology, 11(2), 104-115.
Oktavia, D., Ramadhani, F., & Saputra, A. (2024). Pola hidup tidak sehat, kandungan natrium fast food, dan risiko obesitas kelompok usia sekolah. Jurnal Keperawatan Silampari, 7(2), 430-441.
Pamelia, I. (2018). Perilaku konsumsi makanan cepat saji (fast food) pada remaja dan dampaknya bagi kesehatan. Jurnal Layanan Kesehatan, 2(2), 122-131.
Rachmayani, A., Kuswari, M., & Melani, V. (2018). Hubungan asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja transisi. Jurnal Gizi Indonesia, 6(2), 88-95.
Sari, D. P., & Nugroho, A. (2021). Tren kenaikan prevalensi obesitas nasional berdasarkan analisis Riset Kesehatan Dasar. Jurnal Masalah Kesehatan Masyarakat, 15(3), 201-210.
Sari, M., Utami, P. B., & Wijaya, K. (2024). Gaya hidup sedenter, pola makan tinggi kalori, dan hubungannya dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥ 30 kg/m². Indonesian Journal of Nursing and Health, 7(1), 54-63.
Setiawan, B., Anwar, S., & Purnomo, H. (2021). Metodologi penelitian kesehatan: Pendekatan kuantitatif dan cross-sectional. Danamarta Press.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kesehatan. Alfabeta.
Sumiyati, S., Litbangkes, B., & Handayani, S. (2022). Analisis kenaikan prevalensi obesitas sentral pada penduduk usia produktif di Indonesia. Jurnal Penelitian Kesehatan Badan Litbangkes, 50(2), 85-94.
Swarjana, I. K. (2015). Metodologi penelitian kesehatan (Ed. rev.). Andi Offset.
Tejada, J. J., & Punzalan, J. R. B. (2012). On the misuse of Slovin's formula. The Philippine Statistician, 61(1), 129-136.
Wang, Y., & Cheng, C. (2020). Cross-sectional study design and its application in health research. Journal of Public Health Research, 9(2), 45-52
DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i2.14529
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


1.jpg)














