Hubungan Perilaku Konsumsi Fast Food Dengan Tingkat Risiko Obesitas Pada Kelompok Usia Remaja Dengan Rentang Usia 18 Tahun Di SMKN 1 Pematangsiantar Tahun 2026

Novia Dwi Pitri Andari, Kelvin Ferdiyanta S Pandia, Riska Wani EPP


Abstract


Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat terjadi pada kelompok remaja dan berkaitan dengan berbagai faktor, salah satunya adalah pola konsumsi makanan. Fast food merupakan makanan yang praktis dan mudah diperoleh, tetapi pada umumnya memiliki kandungan energi, lemak, gula, dan garam yang relatif tinggi. Konsumsi fast food yang berlebihan diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku konsumsi fast food dengan tingkat risiko obesitas pada kelompok usia remaja dengan rentang usia 18 tahun di SMKN 1 Pematangsiantar tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 124 siswa, sedangkan sampel penelitian sebanyak 55 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner perilaku konsumsi fast food dan pengukuran antropometri berupa berat badan serta tinggi badan untuk menentukan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 29 responden (52,7%) memiliki perilaku konsumsi fast food dalam kategori baik dan 26 responden (47,3%) dalam kategori kurang. Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,378 (p > 0,05) untuk hubungan perilaku konsumsi fast food dengan tingkat risiko obesitas. Sementara itu, hubungan frekuensi konsumsi fast food dengan tingkat risiko obesitas memperoleh nilai p = 0,440 (p > 0,05). Dengan demikian, tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara perilaku konsumsi fast food maupun frekuensi konsumsi fast food dengan tingkat risiko obesitas pada responden penelitian

Keywords


Perilaku Konsumsi, Fast Food, Frekuensi Konsumsi, Risiko Obesitas, Remaja.

Full Text:

PDF

References


Amalia, R. (2018). Karakteristik dan jenis makanan cepat saji (fast food) yang populer di kalangan remaja. Vektor Penerbit.

Asikin, M., Nasir, A., & Podding, I. T. (2025). Tren prevalensi overweight dan obesitas pada remaja Indonesia berdasarkan analisis Riskesdas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 19(1), 22-30.

Banowati, L., Nugraha, G. I., & Sofiatin, Y. (2011). Risiko konsumsi western fast food dan kebiasaan tidak makan pagi terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMAN 1 Cirebon. Majalah Kedokteran Bandung.

Cahyorini, A., Wulandari, S., & Lestari, P. (2022). Pengaruh konsumsi makanan cepat saji terhadap indeks massa tubuh remaja sekolah menengah atas. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(2), 112-120.

Gede, I. B., Wardana, I. M., & Suarta, K. (2024). Pola konsumsi fast food sebagai makanan utama dan selingan di kalangan remaja perkotaan Indonesia. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 20(3), 156-165.

Hanum, L. (2023). Faktor risiko kejadian obesitas pada remaja: Konsumsi fast food, kebiasaan melewatkan sarapan, dan aktivitas fisik. Jurnal Nutrisi Terapi, 8(2), 75-83.

Jia, P., Luo, M., Li, Y., Zheng, J. S., Xiao, Q., & Luo, J. (2021). Fast-food restaurant, unhealthy eating, and childhood obesity: A systematic review and meta-analysis. Obesity Reviews, 22(S1), e12944.

Kholifah, N., Pratiwi, R., & Hartati, S. (2018). Analisis kandungan nutrisi, energi, dan lemak pada fast food serta pengaruhnya terhadap remaja. Jurnal Gizi Pangan, 13(1), 29-36.

Lee, S., Park, H., & Kim, Y. (2022). Global trends in adolescent obesity and the impact of modern dietary lifestyles. International Journal of Obesity and Nutrition, 46(4), 512-521.

Lister, M., Roberts, J., & Smith, T. (2023). Pathophysiology of obesity: Imbalance between energy intake and expenditure over time. Lancet Diabetes & Endocrinology, 11(2), 104-115.

Oktavia, D., Ramadhani, F., & Saputra, A. (2024). Pola hidup tidak sehat, kandungan natrium fast food, dan risiko obesitas kelompok usia sekolah. Jurnal Keperawatan Silampari, 7(2), 430-441.

Pamelia, I. (2018). Perilaku konsumsi makanan cepat saji (fast food) pada remaja dan dampaknya bagi kesehatan. Jurnal Layanan Kesehatan, 2(2), 122-131.

Rachmayani, A., Kuswari, M., & Melani, V. (2018). Hubungan asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja transisi. Jurnal Gizi Indonesia, 6(2), 88-95.

Sari, D. P., & Nugroho, A. (2021). Tren kenaikan prevalensi obesitas nasional berdasarkan analisis Riset Kesehatan Dasar. Jurnal Masalah Kesehatan Masyarakat, 15(3), 201-210.

Sari, M., Utami, P. B., & Wijaya, K. (2024). Gaya hidup sedenter, pola makan tinggi kalori, dan hubungannya dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥ 30 kg/m². Indonesian Journal of Nursing and Health, 7(1), 54-63.

Setiawan, B., Anwar, S., & Purnomo, H. (2021). Metodologi penelitian kesehatan: Pendekatan kuantitatif dan cross-sectional. Danamarta Press.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kesehatan. Alfabeta.

Sumiyati, S., Litbangkes, B., & Handayani, S. (2022). Analisis kenaikan prevalensi obesitas sentral pada penduduk usia produktif di Indonesia. Jurnal Penelitian Kesehatan Badan Litbangkes, 50(2), 85-94.

Swarjana, I. K. (2015). Metodologi penelitian kesehatan (Ed. rev.). Andi Offset.

Tejada, J. J., & Punzalan, J. R. B. (2012). On the misuse of Slovin's formula. The Philippine Statistician, 61(1), 129-136.

Wang, Y., & Cheng, C. (2020). Cross-sectional study design and its application in health research. Journal of Public Health Research, 9(2), 45-52




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i2.14529

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.