Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Imsomnia Pada Lansia Yang Dirawat Di RS Vita Insani Pematangsiantar

Henry Simanjuntak, Ridho Hartama Lumban Tobing, Tati Adriana Saragih


Abstract


Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang sering terjadi, dimana gangguan seperti kesulitan tertidur atau bangun terlalu cepat dialami oleh seseorang secara terus menerus, Lansia adalah seseorang yang telah berusia >60 tahun dan tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.Survei awal didapatkan lansia berumur diatas 60-74 tahun sebanyak 248 orang pada 3bulan terakhir,lansia mengatakan mengalami sulit tidur lansia mengatakan tidur kurang 4 jam 30 menit sehari semalam, mudah terbangun malam hari sehingga waktu yang diperlukan untuk tidur kembali setelah terbangun pada malam hari sangat kurang. Lansia mengatakan mereka terbangun saat malam hari sebanyak 3-4 kali, sulit memulai tidur kembali dan bangun dini hari.Tujuan penelitian mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Insomnia Pada Lansia di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Tahun 2026. Jenis penelitian yang digunakan analitik dengan desain cross sectional yang telah dilaksanakan tanggal 29 Juli – 19 Agustus 2026 Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Populasi seluruh lansia yang berada di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar selama 3 bulan terakhir 2026 sebanyak 248. Dengan jumlah sampel 71 Responden. Data dianalisis mengunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square nilai p ≤ 0,05. Hasil penelitian didapatkan (84,5%) dengan lanjut usia, (53,5%) jenis kelamin laki-laki, (32,4%) dengan stress berat ,(87,3%)dengan kategoring sering konsumsi kafein, (46,5%)dengan insomnia ringan . Ada hubungan yang bermakna antara usia dengan insomnia, jenis kelamin dengan insomnia, gaya hidup dengan insomnia, kecemasan dengan insomnia. Berdasarkan fenomena diatas dapat disimpulkan bahwa stress, usia, Konsumsi kafein,berhubungan dengan insomnia. Disarankan kepada lansia untuk menurunkan stress dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta merobah pola hidup dengan mengurangi konsumsi kafein sehingga terhindar dari insomnia sehingga mendapatkan ketenangan hidup.

Keywords


Insomnia, Lansia, Usia, Jenis Kelamin, Stress, Konsumsi Kafein

Full Text:

PDF

References


Amir, N., 2017, Gangguan pola tidur lansia, Cermin Dunia Kedokteran. No. 157, FKUI, Jakarta.

Apriyeni. E & Patricia, H (2019). The improvement of elderly sleeping quality.

Ariana, P. A., Putra, G. N. W., & Wiliantari, N. K. 2020. Relaksasi Otot Progresif Meningkatkan Kualitas Tidur Pada Lansia Wanita. Jurnal Keperawatan Silampari, 53(9),1689–1699.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2020). Statistik Penduduk pematangsiantar Lanjut Usia. Badan Pusat Statistik.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI). (2019). Lansia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI).

Erwani, & Nofriandi. (2017). faktor-faktor yang berhubungan dengan insomnia pada lansia di puskesmas belimbing padang. Jurnal Ilmu Kesehatan, 1 nomor 1.

Firdaus, H. 2018. Hubungan antara perilaku Merokok dengan Kecenderungan Insomnia pada pekerja, (Skripsi). Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Hariman AI, Purba HS. Statistik Penduduk Lanjut Usia Provinsi Sumatera Utara. (Ariesyadi CP, Paripurnanngirum AD, eds.). Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara; 2018.

Hawari, D. 1990. Insomnia. Majalah Anda. Jakarta. Hal. 101-102.

Islamiyah, W. R. (2018). Panduan Tatalaksana Gangguan Tidur.Jakarta: Sagung Seto.

Kemenkes RI . (2017). Info DATIN Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.

Kementrian Kesehatan RI. 2015, 2016. Infodatin pusat data dan informasi situasi lanjut usia di Indonesia.. diakses pada tanggal 14 juni 2024, www.depkes.go.id (19:20)

Morin, C. M., Drake, C. L., Harvey, A. G., Krystal, A. D., Manber, R., Riemann, D., et al. (2015). Insomnia Disorder. Journal of Nature Disease Primer, Vol. 1: 1-18.

Munir, B. (2015). Neurologi Dasar. Jakarta: Sagung Seto.

Muhith, A., & Siyoto, S. (2016). Pendidikan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: ANDI

Maryunani, A. (2017). Kebutuhan Dasar Manusia (KDM) (ke-1). penerbit in media.

Notoatmodjo, S. 2018, Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta.

Ratnawati, E. 2017. Asuhan keperawatan gerontik.Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Ramadhani, S., 2021. Hubungan Lama Penggunaan Gadget dengan Kejadian Insomnia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Skripsi Sarjana. Fakultas Kedokteran. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Susanti, L. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Insomnia di Poliklinik Saraf RS DR. M. Djamil Padang. Andalas (Vol. 4). Retrieved from.

Sulistyowati & Khairun, N. (2014). Perbedaan Insomnia Sebelum dan Sesudah Mandi Air Hangat pada Wanita Menopause di Dusun Laren Desa Laren Kecamatan Laren – Lamongan. Surya, 3.

Saputra, Lyndon. (2013). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta : Binarupa Aksara.

Sunaryo, Wijayanti, Rahayu. (2016). Asuhan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta : CV ANDI OFFSET




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i2.14532

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.