PERBANDINGAN PERFORMA SEPEDA MOTOR HONDA VARIO 160 FI MENGGUNAKAN WEIGHT ROLLER STANDARD SEBERAT 19 GRAM DAN WEIGHT ROLLER RACING SEBERAT 12 GRAM BESERTA PENGARUH PREVENTIVE MAINTENANCE PADA CONTINOUSLY VARIABLE TRANSMISSION

Oscar Fredriek Sembiring, Junaidi Junaidi, Muhammad Arifin

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Perbandingan Performa Sepeda Motor Honda Vario 160 Fi Menggunakan Weight Roller Standard Seberat 19 Gram dan Weight Roller Racing Seberat 12 Gram BesertaPengaruh Preventive Maintenance Pada Continously Variable Transmission, metode yang digunakan adalah eksperimen yang dilakukan pada sepeda motor Honda Vario 160 Fi. Torsi engine yang dihasilkan oleh sepeda motor Honda Vario 160 Fi lebih besar dengan menggunakan weight roller racing seberat12 gramdengan torsi maksimum sebesar 16,2 Nm pada putaran engine 7000 rpm, sedangkan jika menggunakan weight roller standard seberat 19 gram torsi engine tertinggi yang dihasilkan yaitu 14,5 Nm pada putaran engine 7000 rpm. Daya engine yang dihasilkan oleh sepeda motor Honda Vario 160 Fi lebih besar dengan menggunakan weight roller racing seberat 12 Gram dengan Daya maksimum sebesar 12,4 kw pada putaran engine 8000 rpm, sedangkan jika menggunakan weight roller standard seberat19 gram Daya engine tertinggi yang dihasilkan yaitu 11,4 kw pada putaran engine 8000 rpm. Maintenance atau rutinitas pada perawatan cvt sangat perlu dilakukan setiap 8000 km / 8 bulan sekali dan pergantian part sering dilakukan setiap 24.000 km / 2 tahun sekali terkecuali jika sepeda motor matic melewati jalanan yang tergenang banjir hendaknya segera melakukan overhaul cvt, karena banyak kasus yang telah terjadi jika melalaikan perawatan cvt, komponen cvt yang paling utama yaitu drive belt sering putus pada saat dikendarai yang mengakibatkan sepeda motor tidak dapat dikendarai. Weight roller standard seberat19 gram memiliki ukuran 19,95 mm, mengalami pengikisan sebanyak 0,05 mm setelah digunakan dengan jarak tempuh 2000 km, dan weight roller racing seberat 12 gram memiliki ukuran 19,76 mm, mengalami pengikisan sebanyak 0,24 mm setelah digunakan dengan jarak tempuh 2000 km, dengan ukuran standard 19,84 mm – 20,00 mm.

Keywords


CVT; Weight Roller dan Maintenance

Full Text:

PDF

References


. Winarno dan Karnowo, 2008, Buku Ajar Mesin Konvers I Energi. Semarang :Universitas Negeri Semarang.

. Suyanto, Wardan. 1989. Teori Motor Bensin. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.

. Arismunandar, 1988. Penggerak Mula Motor Bakar Torak. Penerbit ITB Bandung.

. Philip Kristanto, 2015. Motor Bakar Torak. Penerbit Andi. Yogyakarta.

. http://williamsarfat.blogspot.com/2012/12/cara-kerja-mesin-wankel-atau-rotari.html.

. Pulkrabek, W.W, 2004, Engineering Fundamentals of the Internal Combustion Engines, Second Edition. Pearson Prentice-Hall.

. Direktorat Jendral Minyak dan Gas (Ditjen Migas) No.3674.K/24/DJM/2006, tanggal 17 Maret 2006 pada tabel 2.2 tentang spesifikasi bahan bakar minyak jenis bensin 92.

. Wahyu, H., &Riri, S. 2017. TeknologiBaru Motor Bensin. Bandung: Alfabeta.

. Anonim,1995: 3-68. Prinsip Kerja Sistem Injeksi, Jakarta.

. Dwi Wahyono, 2018, Technical Training Instructor Astra Motor Yogyakarta.

. Sriyono, 2018, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM).

. Tomy Huang, 2018. Pengertian Injektor. Bandung.

. http//www. Motor injeksi pengertian, cara kerja, kelebihan, dan kekurangan harga motor.co.id.

. Arends, BPM dan H.Berenschot. 1980. Motor Bensin. Jakarta: Erlangga.

. Raharjo, Winarno Dwi dan Karnowo. 2008. Mesin Konversi Energi. Semarang :Universitas Negeri Semarang.

. Jama, 2008. Teknologi sepeda motor jilid 2, 0. 47. Teknik sepeda motor Jilid 1, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.




DOI: https://doi.org/10.30743/but.v21i1.12150

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Oscar Fredriek Sembiring, Junaidi Junaidi, Muhammad Arifin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.