ETIKA POTONGAN VIDEO CERAMAH DI MEDIA SOSIAL: TABAYYUN DAN QAULAN SADIDAN

Nadia Zoraya, Muhammad Tahir, Muhammad Salehudin


Abstract


Potongan video ceramah menjadi salah satu bentuk dakwah digital yang mudah diakses dan disebarluaskan, namun proses penyuntingannya berpotensi menghilangkan konteks yang menentukan makna suatu pernyataan. Penelitian ini bertujuan menganalisis prinsip tabayyun dan qaulan sadidan sebagai dasar etika komunikasi Islam dalam penyuntingan serta penyebaran potongan video ceramah di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan normatif-konseptual melalui sintesis literatur integratif terarah. Bahan kajian mencakup ayat Al-Qur’an, hadis, penafsiran yang relevan, dan penelitian tentang seleksi pesan, pembingkaian, serta dakwah digital. Analisis dilakukan melalui pembacaan norma, perbandingan temuan penelitian, dan penyusunan indikator etika komunikasi audiovisual. Hasil kajian memperlihatkan bahwa tabayyun menuntun pemeriksaan sumber dan konteks, sedangkan qaulan sadidan mengarahkan kejujuran serta ketepatan representasi pesan. Keduanya membantu membedakan akurasi kutipan dari akurasi representasi. Berdasarkan sintesis tersebut, diusulkan enam kriteria etis yang mencakup keterlacakan sumber, verifikasi konteks, kesetiaan substansi, ketepatan pengemasan, pertimbangan dampak, dan tanggung jawab koreksi. Kriteria itu disusun dalam tiga tahap, yaitu sebelum penyuntingan, ketika publikasi, dan setelah penyebaran. Pemendekan ceramah tidak otomatis melanggar etika selama konteks yang menentukan makna tetap dipertahankan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi landasan refleksi kritis bagi kreator konten dan pengelola media dakwah serta menjadi titik awal pengujian lebih lanjut dalam kajian komunikasi dan penyiaran Islam.

Full Text:

PDF

References


Agustin, S., Aini, N. Q., Wulandari, T., & Razzaq, A. (2026). Tabayyun sebagai prinsip komunikasi Islam dalam menghadapi hoaks. Nubuwwah: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(1), 21–32. https://doi.org/10.21093/nubuwwah.v4i01.13126

Entman, R. M. (1993). Framing: Toward clarification of a fractured paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1993.tb01304.x

Ependi, M., & Adenan. (2025). Qaulan sadidan in QS. An-Nisa verse 9 and its ethical relevance for Generation Z’s digital communication. Sinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya, 4(2), 259–270. https://doi.org/10.69548/sinthop.v4.i2.66.259-270

Hamandia, M. R., & Jannati, Z. (2025). Integrating Islamic communication ethics and digital broadcasting practices: An institutional analysis of campus-based Islamic media. INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication), 10(2), 2053–2068. https://doi.org/10.18326/inject.v10i2.5882

Ibn Kathir. (n.d.). Ibn Kathir (abridged) tafsir: Al-Hujurat ayah 6. Quran.com. https://quran.com/al-hujurat/6/tafsirs/en-tafisr-ibn-kathir

Ibn Kathir. (n.d.). Ibn Kathir (abridged) tafsir: Al-Ahzab ayah 70. Quran.com. https://quran.com/al-ahzab/70/tafsirs/en-tafisr-ibn-kathir

Izzah, N., & Isnaeni. (2026). Seleksi informasi dalam video ceramah pendek sebagai strategi dakwah digital. Spektra Komunika, 5(2), 124–138. https://doi.org/10.33752/spektra.v5i2.11565

Khairunnisa, A., Sari, S. A., & Maulana, R. M. H. (2026). Etika tabayyun di era digital: Melawan misinformasi dalam pandangan Islam. Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam, 3(2), 186–197. https://doi.org/10.61132/karakter.v3i2.2255

Manik, Z., Radesi, Y., Septiani, R. R., Sakinah, W. A., & Lubis, N. U. (2025). Fragmentasi makna hadis dalam konten dakwah media sosial: Studi kritis terhadap pesan keislaman di TikTok. Jurnal Syiar-Syiar, 5(1), 104–121. https://doi.org/10.36490/syiar.v5i1.1778

Muslim ibn al-Hajjaj. (n.d.). Sahih Muslim, Introduction, Hadith 5. Sunnah.com. https://sunnah.com/muslim:5

Pangestu, P. P. (2021). Efektivitas dakwah hadis dalam media sosial: Analisis atas teori framing Robert N. Entman. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 6(1), 67–82. https://doi.org/10.29240/jdk.v6i1.2958

Quran NU Online. (n.d.-a). Al-Ahzab ayat 70: Terjemah dan tafsir. https://quran.nu.or.id/al-ahzab/70

Quran NU Online. (n.d.-b). Al-Hujurat ayat 6: Terjemah dan tafsir. https://quran.nu.or.id/al-hujurat/6

Quran NU Online. (n.d.-c). Al-Isra’ ayat 36: Terjemah dan tafsir. https://quran.nu.or.id/al-isra%27/36

Rosyada, A. (2020). Etika komunikasi dakwah: Studi terhadap video kajian Ustaz Abdul Somad tentang K-Pop dan Salib. Jurnal Ilmu Dakwah, 40(2), 101–114. https://doi.org/10.21580/jid.v40.2.4704

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Torraco, R. J. (2005). Writing integrative literature reviews: Guidelines and examples. Human Resource Development Review, 4(3), 356–367. https://doi.org/10.1177/1534484305278283

Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information disorder: Toward an interdisciplinary framework for research and policy making. Council of Europe. https://edoc.coe.int/en/media/7495-information-disorder-toward-an-interdisciplinary-framework-for-research-and-policy-making.html




DOI: https://doi.org/10.30743/jdkik.v4i2.14489

Refbacks

  • There are currently no refbacks.