Paradigma Gender dan Model Gerakan 'Aisyiyah Sulawesi Selatan pada Masa Orde Baru

Hadisaputra Hadisaputra

Abstract


There are still very few studies on the Aisyiyah Movement in South Sulawesi. Aisyiyah's contribution to South Sulawesi's development has never been publicized. This paper analyzes the 'Aisyiyah movement's role in advancing the social lives of South Sulawesi women during the New Order Era. The historical approach is applied in four stages in this study: heuristics (source collecting), verification (source critique), interpretation, and historiography (historical writing). The research findings indicate that Aisyiyah's gender paradigm encourages its members to engage in activities other than household work. Women are encouraged to take an active role in society and preach in the same way that men do. This shift in perspective began to be implemented in order to give women with equal rights, duties, and positions. 'Aisyiyah never took a frontal position with the government during the New Order. To continue her da'wah agenda, mainly in the areas of education, social and health, Aisyiyah prefers to adopt a conformist-adaptive strategy.


Keywords


Gender paradigm; movement models; New Order; 'Aisyiyah of South Sulawesi

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, D. (1999). Metode Penelitian Sejarah. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Adawiyah, R. (2015). Peran Sosial Politik Aisyiyah pada Masa Pergerakan Nasional sampai Orde Lama (1917-1965). UIN Syarif Hidayatullah.

Arsip Laporan Pimpinan Aisyiyah Wilayah Sulselra Periode 1971 – 1974. (1973). Makassar.

Arsip Laporan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan pada Muktamar ke 42 tanggal 15-19 Desember 1990 di Yogyakarta. (1990). Makassar.

Arsip Pengumuman Pengurus Proyek Keterampilan PAW Sulselra No 005/PKA/3/77 Tanggal 11 Maret 1977. (1977). Makassar.

Azis, N. (2016, April). Selayang Pandang ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan.

Darban, A. A. (2000). Sejarah Kauman: Menguak Identitas Kampung Muhammadiyah. Yogyakarta: Tarawang Press.

Dzuhayatin, S. R. (2015). Rezim Gender Muhammadiyah: Kontestasi Gender, Identitas, dan Eksistensi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fakih, M. (2010). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Idrus, N. I. (2005). Siri’, Gender, and Sexuality among the Bugis in South Sulawesi. Antropologi Indonesia, 29(1). https://doi.org/10.7454/ai.v29i1.3527

Karomatika, A. I. (2018). Kontribusi ‘Aisyiyah dalam Kongres Perempuan Indonesia Pertama Tahun 1928. UIN Sunan Kalijaga.

Kesuma, A. I., & Irwan. (2019). Perempuan Bugis: Dinamika Aktualisasi Gender di Sulawesi Selatan. Prosiding Seminar Nasional LP2M UNM. Makassar: Universitas Negeri Makkasar.

Nur’aini, D. S. (2013). CORAK PEMIKIRAN DAN GERAKAN AKTIVIS PEREMPUAN (Melacak Pandangan Keagamaan Aisyiyah Periode 1917–1945). Profetika: Jurnal Studi Islam, 14(2).

Rof’ah. (2016). Posisi dan Jati Diri ‘Aisyiyah: Perubahan dan Perkembangan 1917-1998. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah Press.

Rohmaniyah, I. (2009). Gender dan konstruksi Perempuan dalam Agama. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, Jurusan Tafsir Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 10(2).

Seniwati, S., & Lestari, T. D. (2019). SIKAP HIDUP WANITA MUSLIM KAUMAN: KAJIAN PERANAN AISYIYAH DALAM KEBANGKITAN WANITA DI YOGYAKARTA TAHUN 1914-1928. Walasuji : Jurnal Sejarah Dan Budaya, 10(2), 219–232. https://doi.org/10.36869/wjsb.v10i2.11

Tetteng, B. (2008). Hj. Athirah Kalla: melangkah dengan payung. Yogyakarta: Ombak.




DOI: https://doi.org/10.30743/mukadimah.v5i2.4008

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial

Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP - Universitas Islam Sumatera Utara
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan

Creative Commons License