Eksistensi Institusi Pendidikan dalam Pembangunan dan Perubahan Daerah

Sri Kunarsih, Tampilen Tampilen

Abstract


Regional autonomy gives areas the power to choose their own policies and development paths, including education. To acquire a true picture of area realities, regional independence is required. Large-scale exploitation has resulted in the neglect of regional education development. As a result, there is a natural resource and human resource imbalance in the regions. Educational institutions have an important part in the development of people's minds and creativity. The goal is to enhance education's role in promoting higher-quality change. This research takes a qualitative approach while doing descriptive research. This research tries to provide an overview by presenting a profile (issue) or an outline of the stages to answer questions like who, when, where, and how.

Keywords


Educational institutions; regional autonomy; development; change.

Full Text:

PDF

References


Arifuddin, I. (2014). Otonomi Daerah dan Implikasinya Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah. Risalah, 1(1), 39–49.

Aswasulasikin, Dwiningrum, S. I., and Sumarno. (2015). Tuan Guru Sebagai Tokoh Pembangunan Pendidikan di Pedesaan. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.21831/JPPFA.V3I1.6669.

Buchori, M. (1995). Transformasi Pendidikan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Darmono, and Restu. (2001). Peta Kondisi Pendidikan di Sumatera Utara Dalam Menyongsong Otonomi Daerah. Diskusi Panel Hardiknas. IPBI Sumatera Utara.

Haji, E., Kiyai, B., and Pombengi, J. (2015). Peran Pemerintah Daerah Dalam Mewujudkan Pembangunan Infrastruktur Pendidikan (Suatu Studi di SMA/MA Kota Tidore Kepulauan). JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK, 4(32), 1–13.

Hasbullah. (2007). Otonomi Pendidikan: Kebijakan Otonomi Daerah Dan Implikasinya Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Hidayat, N. (2016). Otonomi Daerah Desentralisasi Pendidikan. Jurnal Society, 6(1), 35–50.

Idris, R. (2013). Pendidikan Sebagai Agen Perubahan Masyrakat Indonesia Seutuhnya. Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 16(1), 62–72. https://doi.org/10.24252/LP.2013V16N1A5

Jalal, F., and Supriyadi, D. (2001). Reformasi Pendidikan dalam Konteks Otonomi Daerah. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.

Nasution, I. (2010). Otonomi Daerah dan Otonomi Pendidikan. Visipena, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.46244/VISIPENA.V1I2.25.

Neuman, W. L. (2013). Metodologi Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif (E. T. Sofia, trans.). Jakarta: Indeks.

Purba, S. (2017). Pembangunan Daerah Melalui Pemberdayaan Pendidikan Pada Otonomi Daerah. GENERASI KAMPUS, 3(2), 1–17.

Putera, R. E. (2015). Implementasi Kebijakan Otonomi Daerah Bidang Pendidikan Dalam Pencapaian “Millennium Development Goals.” MIMBAR, 31(1), 229–239.

Tilaar, H. A. . (2004). Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta.




DOI: https://doi.org/10.30743/mukadimah.v5i2.4079

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial

Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP - Universitas Islam Sumatera Utara
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan

Creative Commons License