Pembangunan Pertanian di Kabupaten Simalungun Pada Masa Orde Baru

Deni Hartanto

Abstract


Isu pembangunan pertanian di Kabupaten Simalungun merupakan topik yang menarik. Program masa Orde Baru melalui Repelita diharapkan mampu meningkatkan pertanian yang maju, efisien dan tangguh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai program pembangunan pertanian masa Orde Baru serta pengaruhnya terhadap pembangunan pertanian di Simalungun. Adanya politik pembangunan pertanian pada masa Orde Baru dengan cara pengembangan irigasi, benih unggul, pupuk kimia, pestisida dan lembaga pendukung. Lembaga pertanian di Simalungun yang tercantum sesuai Repelita tumbuh dan berkembang dengan pesat ke seluruh wilayah. Rencana pembangunan pertanian di Simalungun berkembang dengan pesat, tetapi tidak berhasil menaikkan taraf kehidupan petani. Pada akhir pembangunan pertanian, banyak terjadi konversi lahan pertanian dari padi ketanaman non pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori politik pembangunan dengan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi.


Keywords


Pembanguna Pertanian; Padi; Repelita; Simalungun.

Full Text:

PDF

References


Bernstein, H. (2019). Dinamika Kelas Dalam Perubahan Agraria (S. A. H. Dian Yanuardy, Muntaza, trans.). Yogyakarta: INSISTPress, ISS, ICAS, dan Sajogyo Institute.

Geertz, C., and Supomo, S. (1983). Involusi Pertanian : Proses Perubahan Ekologi di Indonesia. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.

Indonesia, K. P. (2010). Satu Dasawarsa Kelembagaan Ketahanan Pangan di Indonesia (1999-2009). Jakarta: Badan Ketahanan Pangan,.

K.Nasution, C. (2000). Hukum Agraria. Medan: Fakultas Hukum UISU.

Kuntowijoyo. (2001). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Budaya.

Mahmuddin, M. (2013). Paradigma Pembangunan Pertanian: Pertanian Berkelanjutan Berbasis Petani Dalam Perspektif Sosiologis. Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), 3(1), 59–76.

Mubyarto. (1989). Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: LP3ES.

NN. (1976). Sumatera Utara Membangun. Sumatera Utara: Pemerintah Daerah Sumatera Utara.

Nurhamidah. (2004). Sejarah Perkembangan Sistem Pertanian Desa Bajadolok. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Oudejans, J. H. M. (2006). Perkembangan Pertanian di Indonesia (E. Martono, trans.). Yogyakarta: UGM Press.

Pertanian, D. (2002). Profil Pembangunan Pertanian Menjelang 100 Tahun Indonesia. Jakarta: Departemen Pertanian.

Saragih, H. (1989). Zending di Tanah Batak: Studi Tentang Konversi di Kalangan Masyarakat Simalungun 1903 -1942. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Soetrisno, L. (2002). Paradigma Baru Pembangunan Pertanian: Sebuah Tinjauan Sosiologis. Yogyakarta: Kanisius.

Sumodiningrat, G., and Koentjoro, M. (1990). Strategi Pembangunan Pertanian dan Industri. Jakarta: LP3ES.

Suratiyah, K. (2006). Ilmu Usaha Tani. Depok: Penebar Swadaya.

Suryana, A. (2008). Menelisik ketahanan pangan, kebijakan pangan, dan swasembada beras. Pengembangan Inovasi Pertanian, 1(1), 1–16.

Warjio. (2016). Politik Pembangunan: Paradoks, Teori, Aktor, dan Ideologi. Jakarta: Kencana.

Yuwono, T. (2011). Pembangunan Pertanian Membangun Kedaulatan Pangan. Yogyakarta: UGM Press.




DOI: https://doi.org/10.30743/mukadimah.v5i2.4080

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial

Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP - Universitas Islam Sumatera Utara
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan

Creative Commons License