Maintaining Marital Stability After Infidelity: A Case Study of Childless Couples from the Perspective of Maqāṣid al-Sharīʿah

Nadhifa Salsabila, Ruston Kumaini


Abstract


Infidelity is one of the most significant marital problems, often leading to conflict and undermining marital harmony. Nevertheless, many couples choose to preserve their marriage despite experiencing betrayal, including those who have not yet had children. This phenomenon is noteworthy because the absence of children would seemingly make separation less complicated; however, many couples still decide to remain together. This study examines the factors underlying this decision and analyzes them through the perspective of Maqāṣid al-Sharīʿah. A qualitative case study design combined with a normative-empirical approach was employed. Data were collected through in-depth interviews with two participants who had experienced spousal infidelity, had no children, and chose to continue their marriages. The findings reveal that the decision to remain married is shaped by multidimensional emotional, social, psychological, and spiritual considerations. The decision also generates ambivalent consequences. While marital harmony and emotional intimacy decline because of unresolved betrayal, interaction and communication may increase as the unfaithful spouse demonstrates remorse and attempts to restore the relationship. From the perspective of Maqāṣid al-Sharīʿah, preserving the marriage is justifiable when it promotes maṣlaḥah by safeguarding progeny (ḥifẓ al-nasl), psychological well-being (ḥifẓ al-nafs), and religion (ḥifẓ al-dīn), and is accompanied by sincere repentance, reconciliation, and genuine efforts to rebuild the marital relationship.

Keywords


Infidelity, Marital Resilience, Maqāṣid al-Sharīʿah

Full Text:

PDF

References


Abbas, Nur Amalia. “Istri Menggugat Cerai: Tahapan Perceraian Dan Dinamika Emosional Di Balik Proses Hukum.” Mari News Mahkamah Agung, 2025. https://marinews.mahkamahagung.go.id/artikel/istri-menggugat-cerai-tahapan-perceraian-dan-dinamika-emosi-0Jn.

Agnew, Christopher, and Xinema Arriaga. “The Invesment Model of Commitment Processes,” 2011. https://docs.lib.purdue.edu/psychpubs.

Anisa, and Diana Rahmasari. “Forgiveness Pada Istri Korban Perselingkuhan Yang Mempertahankan Pernikahan.” Character: Jurnal Penelitian Psikologi 8, no. 7 (2021): 181–83.

Arkam, A Nurfadiyah, Asniar Khumas, and Faradillah Firdaus. “Fenomena Gambaran Pemaafan Suami Terhadap Istri Yang Pernah Berselingkuh Namun Mempertahankan Pernikahan” 2, no. 1 (2022).

Az-Zahra, Balqish. “Pahami Perbedaan Penelitian Hukum Normatif Dan Empiris,” 2024. https://uptjurnal.umsu.ac.id/pahami-perbedaan-penelitian-hukum-normatif-dan-empiris/.

Bernecker, Andreas. “Is Status Quo Bias Explained by Anchoring? Evidence from Survey Experiments *,” no. September 2011 (2014). www.vwl.uni-mannheim.de.

Dewanti, Aziz, Hasbi Umar, Rahmi, and Hidayati. “Dampak Perselingkuhan Terhadap Hubungan Rumah Tangga Suami Istri.” Jurnal Studi Hukum Islam 13, no. 2 (2024): 65–69.

Etikan, Ilker. “Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling.” American Journal of Theoretical and Applied Statistics 5, no. 1 (2016): 1. https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11.

Faridah, Yuyun, Program Studi Magister, Hukum Keluarga Islam, Universitas Islam, Negeri Sultan, and Syarif Kasim. Upaya Mempertahankan Keharmonisan Rumah Tangga Tanpa Anak Perspektif Maqashid Al - Syari’ah Di Kecamatan Tambusai, 2025.

Fariedza, Muhammad Abyan, and Misbahuzzulam. “Pendekatan Maqashid Syariah Dalam Mencegah Perceraian Di Era Media Sosial” 6, no. July (2025): 392–405.

Gandana, Syam Syahrul Dwi, Teguh Febryanto P. Mangawe, Tys’a Ramadhani, and Wafiy Adzkia Susilowati. “Dinamika Psikologis Dan Strategi Koping Pada Korban Perselingkuhan Dalam Pernikahan.” Jurnal Ilmu Psikologi Dan Kesehatan 1, no. 1 (2026): 39–48. https://doi.org/10.54443/sikontan.v1i1.356.

Gilligan, Carol. In a Different Voice: Psychological Theory and Women’s Development. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press, 1982.

Hadrowi, Amal. “Faktor-Faktor Penyebab Peningkatan Angka Perceraian Dengan Alasan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),” 2014.

Hasanah, Uswatun. “Pengaruh Perceraian Orangtua Bagi Psikologis Anak.” AGENDA: Jurnal Analisis Gender Dan Agama 2, no. 1 (2020): 18. https://doi.org/10.31958/agenda.v2i1.1983.

Ikhwanisifa, Raudatussalamah. “Peran Religious Coping Dan Tawakal Untuk Meningkatkan Subjective Wellbeing Pada Masyarakat Melayu.” Jurnal Psikologi 18, no. 1 (2022): 44–50. http://dx.doi.org/10.24014/jp.v18i1.15265.

Islamiati, tri yuli. “Ketanggauhan Pribadi Mempertahankan Perkawinan Pada Korban Perselingkuhan,” 2012.

Kusumaningrum, Zulfa Safitri, Amirudin, Amirudin. “Keputusan Perempuan Memaafkan Ketidaksetiaan Pasangan.” Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi 4, no. 2 (2021): 61–70.

Lestari, Stya Wiwik. “Strategi Istri Dalam Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga Pasca Perselingkuhan Perspektif Hukum Islam Dan Undang-Undang,” 2022.

Ma’rufa, M. Qaulan, Abdi Erianto, Tasya Mayasita, Faridatuzzakiah, and Danan Satriyo Wibowo. “A Literature Review : Is It Love Or Emotional Dependency.” Fakultas Psikologi Unmuh Jember 3 (2025): 28–41. https://simposiumpsi49.unmuhjember.ac.id.

Margaretha, Claudia, Yuspendi Yuspendi, and Maria Yuni Megarini Cahyono. “Peran Religious Coping Terhadap Emotional Well-Bieng Pada Komunitas Dewasa Awal Di Gereja ‘X’ Semarang.” Humanitas (Jurnal Psikologi) 8, no. 2 (2024): 255–65. https://doi.org/10.28932/humanitas.v8i2.8802.

Munjiatun, Munjiatun, Nur Ihsan, and Dliyaul Muqsith. “Perselingkuhan Dalam Perspektif Tafsir Al Maqashidi.” Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development 8, no. 1 (2025): 611–27. https://doi.org/10.38035/rrj.v8i1.1907.

Muntamah, Bening Siti, and Suryanto. “Ketahanan Keluarga Pada Pasangan Yang Menikah Di Usia Dini Family Resilience in Early Age Marriages.” PSYCHE: Jurnal Psikologi 5, no. 2 (2023): 2686–0430. http://journal.uml.ac.id/TIT.

Natalie, Christine, and Jeanette Retnasanti. “Alasan Istri Tetap Bertahan Menghadapi Perselingkuhan Jangka Panjang Suami.” Universitas Indonesia Library, 2005. https://lib.ui.ac.id/detail?id=20287653&lokasi=lokal.

Nurhadi. “Maqashid Syari‘ah Hukum Perkawinan Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI).” AL-FIKRA: Jurnal Ilmiah Keislaman 16, no. 2 (2017): 203–32.

Pragholapati, Andria. “Pengalaman Seseorang Yang Bercerai Karena Perselingkuhan Di Kota Bandung: Fenomenologi.” Jurnal Surya Muda 2, no. 2 (2020): 66–75. https://doi.org/10.38102/jsm.v2i2.64.

Qonita, L. “Kekerasan Dalam Rumah Tangga Sebagai Alasan Perceraian Dalam Perspektif Maqasid Syari’ah Dan Hukum Nasional.” Jurnal Usrah 4, no. 1 (2025): 88–102.

Rabbani, Fitya Nabila. “Sejumlah 62% Sebab Perceraian Di Indonesia Adalah Tidak Mampu Mengelola Pertengkaran,” 2024. https://sabili.id/sejumlah-62-sebab-perceraian-di-indonesia-adalah-tidak-mampu-mengelola-pertengkaran/.

Rahayu, Nur Dewi. “Memaafkan Dan Komitmen Pernikahan Pada Istri Setelah Diselingkuhi Oleh Suami.” Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi 7, no. 1 (2019): 59–66. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v7i1.4706.

Setiawan, Andika. “Ingin Bercerai Tapi Kasihan Anak? Pertimbangkan Hal Ini,” 2025. https://jasacerai.com/ingin-bercerai-tapi-kasihan-anak/#:~:text=Rasa tanggung jawab terhadap masa,rumah tangga sudah tidak sehat.

Shaleha, Rinanda Rizky Amalia, and Iis Kurniasih. “Ketidaksetiaan : Eksplorasi Ilmiah Tentang Perselingkuhan.” Buletin Psikologi 29, no. 2 (2021): 218. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.55278.

Sharma, Triveni. “The Psychological Fallout Of Romantic Betrayal : Gendered Pathways And Outcomes” 13, no. 7 (2025): 728–37.

Siroj, Ahmad Hasyim. “Studi Komparasi Konsep Rumah Tangga Pemikiran Imam Al-Ghazali Dan KH.Husein Muhammad,” 2022.

Syaiful, Syaiful. “Forgiveness Terhadap Perselingkuhan Demi Keberlangsungan Pendidikan Anak.” IDEALITA: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Keagamaan 2, no. 1 (2022): 35–50. https://doi.org/10.62525/10.62525/idealita.2022.v2.i1.35-50.

Syawaluddin, Muhammad, Syarif Hidayatullah, and Muh Yunan Putra. “Motif Perceraian Pada Masyarakat Desa Wawonduru Dan Dampak Terhadap Psikologi Anak.” NALAR: Journal Of Law and Sharia 2, no. 3 (2024): 195–202. https://doi.org/10.61461/nlr.v2i3.114.

Utama, Denisa Louis Nathania. “Pola Komunikasi Interpersonal Antara Cucu Dengan Nenek Dan Kakek Pasca Perceraian,” 2024.

Valencia, Gracela. “40% Pasangan Di Indonesia Melakukan Perselingkuhan, Apa Alasannya?,” 2023. https://kumparan.com/gracela-valencia/40-pasangan-di-indonesia-melakukan-perselingkuhan-apa-alasannya-1zySax4Utrv.

Wulandari, Rika, Fathya Putri Kamilla, Ahmaddin Ahmad Tohar, Khairil Anwar, and Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. “KETIDAKSETIAAN: Eksplorasi Ilmiah Tentang Perselingkuhan Ditinjau Dari Perspektif Psikologi” 9, no. 1 (2025): 32990–96.

Yoga, Gede, Weda Ananda, and Komang Rahayu Indrawati. “Dampak Fisik , Emosional , Dan Perilaku Pada Perempuan Korban Perselingkuhan : Sebuah Tinjauan Literatur” 6, no. 1 (2026): 467–76.

Yulianto, Harry. “Dinamika Pemulihan Dan Rekonstruksi Kepercayaan Pasca-Perselingkuhan Istri Dalam Perspektif Psikologi Islam : Strategi Resiliensi Keluarga The Dynamics of Recovery and Trust Reconstruction after Wifely Infidelity from an Islamic Psychology Perspective : F,” no. November (2025): 17650–72.




DOI: https://doi.org/10.30743/taushiah.v16i1.13894

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Nadhifa Salsabila

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.