ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA MELALUI TES DIAGNOSTIK CRI: STUDI KASUS DI SMAN 2 MUARA BADAK

Siti Rahma, Farah Erika, Sri Lestari

Abstract


Kesalahpahaman dalam pembelajaran kimia, khususnya mengenai larutan penyangga, masih menjadi tantangan bagi banyak siswa. Studi ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana kesalahpahaman ini terjadi pada siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 2 Muara Badak dengan menerapkan metode Indeks Kepastian Respons (CRI). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang melibatkan 69 siswa yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik berupa pertanyaan esai dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi pola kesalahpahaman yang muncul. Hasil analisis menunjukkan bahwa 41,12% siswa mengalami kesalahpahaman, 32,97% tidak memahami konsep tersebut, dan hanya 25,91% siswa yang memiliki pemahaman yang benar. Faktor utama penyebab kesalahpahaman ini adalah kurangnya pemahaman tentang prinsip-prinsip kesetimbangan kimia dan kecenderungan siswa untuk menghafal rumus tanpa memahami konsep dasar. Berdasarkan temuan ini, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, seperti penggunaan media interaktif dan pendekatan berbasis pemecahan masalah, untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep larutan penyangga.

Keywords


Kesalahpahaman; Larutan Penyangga; Indeks Kepastian Respons (CRI)

Full Text:

PDF

References


Arma, A. F., Kusumawardani, R., & Widiyowati, I. I. (2019). Pengaruh model learning cycle 5E berbasis start with a question terhadap hasil belajar siswa SMA pada materi larutan penyangga. Bivalen: Chemical Studies Journal, 2(1), 13-15.

Ariani, R., & Mahtari, S. (2023). Identifikasi Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa SMA Negeri 1 Bati-Bati menggunakan Metode Certainty of Response Index pada Materi Gaya. Journal of Authentic Research, 2(1), 1-25.

Awwalin, U. B., & Nugroho, D. E. (2024). Identifikasi miskonsepsi siswa menggunakan tes diagnostik five-tier pada materi larutan penyangga. Science Education and Development Journal Archives, 2(1), 20-29.

Bransford, J. D., Brown, A. L., & Cocking, R. R. (Eds.) (2000).

How People Learn: Brain, Mind, Experience, and School. Washington, DC: National Academy Press.

Claudia, B.,L., Widiyowati, I., I ., & Nurlaili, N. (2020). Penerapan metode eksperimen untuk mengurangi miskonsepsi siswa kelas XI SMAN 15 Samarinda tentang larutan penyangga. Bivalen: Chemical Studies Journal, 3(2), 23–26.

Dragoş, V., & Mih, V. (2015). Scientific literacy in school. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 209, 167-172.

Duit, R., & Treagust, D. F. (2003). Conceptual change: A powerful framework for improving science teaching and learning. International journal of science education, 25(6), 671-688.

Fantiani, C., Afgani, M. W., & Astuti, R. T. (2023). Analisis miskonsepsi siswa berbantuan certainty of response index (cri) pada materi pembelajaran laju dan orde reaksi. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 17(1), 36-40.

Glaser, R., Chudowsky, N., & Pellegrino, J. W. (Eds.). (2001). Knowing what students know: The science and design of educational assessment. National Academies Press.

Hasan, S., Bagayoko, D., & Kelley, E. L. (1999). Misconceptions and the certainty of response index (CRI). Physics education, 34(5), 294-299.

Hidayah, U. L., Supardi, K. I., & Sumarni, W. (2018). Penggunaan instrumen lembar wawancara pendukung tes diagnostik pendeteksi miskonsepsi untuk analisis pemahaman konsep buffer-hidrolisis. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 12(1).

Indriany, F., & Suwigyo Prayogo, M. (2023). Problematika siswa kelas IV SD Klungkung 01 dalam memahami materi perubahan sifat-sifat benda dan kegunaannya di kehidupan sehari-hari (IPA). Jurnal Pendidikan IPA, 12(1), 43–47.

Kristanto, Y. D., & Padmi, R. S. (2020). Analisis data kualitatif: penerapan analisis jejaring untuk analisis tematik yang cepat, transparan, dan teliti.

Kurniawan, A. M., & Prayitno, Y. (2012). Menggali pemahaman siswa SMA pada konsep larutan penyangga menggunakan instrumen diagnostik two-tier.

Kusumaningrum, I. A. (2017). Pengembangan Modul Kimia SMA/MA Berbasis Inkuiri Terbimbing Dilengkapi Kartun Konsep untuk Meminimalkan Miskonsepsi pada Materi Larutan Penyangga (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University).

Mapada, S. M., Wardhani, R. R. A. A. K., & Khairunnisa, Y. (2022). Identifikasi Miskonsepsi Siswa Kelas XI IPA pada Materi Larutan Penyangga Menggunakan Two-Tier Diagnostic Instrument di SMA Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Dalton: Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia, 5(1), 69-83.

Marasabessy, R., Hasanah, A., & Juandi, D. (2021). Bangun ruang sisi lengkung dan permasalahannya dalam pembelajaran matematika. EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 4(1), 1-20.

Marzano, R. J., Pickering, D. J., & Pollock, J. E. (2001).

Classroom Instruction That Works: Research-Based Strategies for Increasing Student Achievement. Alexandria, VA: ASCD.

Marzuki, M., & Diknasari, M. (2022). Misconceptions: An Analysis of certainty of response index (CRI) on photosynthesis materials for junior high school students. Biosfer: Jurnal Tadris Biologi, 13(1), 49-55.

Mulyaningsih, S., Putri, M. M. T., Saputra, I. D., & Amalia, L. (2024). Identifikasi Miskonsep yang Dialami Siswa pada Materi Sistem Reproduksi dengan Menggunakan CRI (Certainty of Response Index). Jurnal Life Science: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, 6(2), 69-78.

Nuraina, N., & Rohantizani, R. (2023). Analisis Miskonsepsi Siswa Menggunakan Certainty of Response Index (CRI) pada Materi Turunan di SMA Negeri 1 Muara Batu. Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah (JP2MS), 7(1), 95-105.

Oktaviana, O., Widiyowati, I. I., & Usman, U. (2019). Penerapan model cooperative integrated reading and composition berbantuan komik untuk mengurangi miskonsepsi siswa tentang tata nama senyawa dan persamaan reaksi. Bivalen: Chemical Studies Journal, 2(2), 37-41.

Peşman, H., & Eryılmaz, A. (2010). Development of a three-tier test to assess misconceptions about simple electric circuits. The Journal of educational research, 103(3), 208-222.

Pulu, S. R., & Amahoru, A. H. (2023). Analisis Miskonsepsi Mahasiswa pada Pembelajaran IPA menggunakan Tes Diagnostik Multiple Choice Berbantuan CRI (Certainty of Response Index). Jurnal Pendidikan Mipa, 13(2), 478-486.

Rokhim, D. A., Rahayu, S., & Dasna, I. W. (2023). Analisis miskonsepsi kimia dan instrumen diagnosisnya: literatur review. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 17(1), 17-28.

Salirawati, D. (2011). Pengembangan instrumen pendeteksi miskonsepsi kesetimbangan kimia pada peserta didik SMA. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 15(2), 232-249.

Shui-Te, L., Kusuma, I. W., Wardani, S., & Harjito, H. (2018). Hasil identifikasi miskonsepsi siswa ditinjau dari aspek makroskopis, mikroskopis, dan simbolik (MMS) pada pokok bahasan partikulat sifat materi di taiwan. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 12(1).

Talanquer, V. (2006). Commonsense chemistry: A model for understanding students' alternative conceptions. Journal of Chemical Education, 83(5), 811.

Wikansari, R. (2017). Hubungan Persepsi Pada Lingkungan Sekolah Terhadap Kesuksesan Akademik Siswa. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 1(1), 19-32.




DOI: https://doi.org/10.30743/cheds.v9i2.11373

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Siti Rahma, Farah Erika, Sri Lestari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.