INTEGRASI ETNOKIMIA BAHAN PEWARNA ALAMI TENUN SONGKET DESA KALIANGET PADA PEMBELAJARAN KIMIA DI SMA

Putu Indah Sri Artawan, Siti Maryam, I Gusti Lanang Wiratma


Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pengetahuan etnokimia mengenai penggunaan pewarna alami dan proses pewarnaan kain tenun songket di Desa Kalianget, serta integrasinya ke dalam pendidikan kimia SMA melalui modul pembelajaran berbasis etnokimia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian etnografi. Subjek penelitian ini meliputi penenun songket di Desa Kalianget, buku, jurnal ilmiah, dan silabus kimia SMA Kurikulum Merdeka. Objek penelitian adalah pengetahuan etnokimia para pengrajin mengenai pewarna alami, proses pewarnaan tenun songket, konsep kimia yang terkandung di dalamnya, dan integrasinya ke dalam pendidikan kimia SMA. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen, sedangkan validitas data dinilai melalui triangulasi data, kecukupan referensi, dan pengecekan anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarna alami yang digunakan, kunyit (Curcuma longa), gambir (Uncaria gambir Roxb.), dan daun katuk (Sauropus androgynus) mengandung konsep kimia dan prinsip kimia hijau. Pengetahuan etnokimia ini kemudian diintegrasikan ke dalam modul pembelajaran kimia hijau. Pengetahuan etnokimia dalam materi Kimia Hijau untuk Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka.

Keywords


Bahan pewarna alami; desa kalianget; etnokimia; kain tenun songket.

Full Text:

PDF

References


Angendari, M. D., & Budhyani, I. D. A. M. (2022). Perkembangan tenun ikat Mastuli di Desa Kalianget Kabupaten Buleleng: Perkembangan ragam hias tenun ikat Mastuli. Jurnal Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan, 19(2), 95–104. https://doi.org/10.23887/jptkundiksha.v19i2.46871

Arif, I. H., Lukman, A., & Tuara, Z. I. (2021). Penerapan pendekatan culturally responsive teaching terintegrasi etnokimia dalam mengembangkan keterampilan siswa abad 21 pada materi hidrolisis di MAN 1 TIKEP. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 7(2), 194–204. https://doi.org/10.5281/zenodo.4661844

Azizah, N., & Premono, S. (2021). Identifikasi potensi budaya lokal berbasis etnokimia di Kabupaten Bantul. Journal of Tropical Chemistry Research and Education, 3(1), 53–64. https://doi.org/10.14421/jtcre.2021.31-06

Budiana, W., Nuryana, E. F., Suhardiman, A., & Kusriani, H. (2022). Aktivitas antioksidan ekstrak daun katuk (Breynia androgyna) dengan metode DPPH serta penetapan kadar fenolat dan flavonoid. Jurnal Agrotek Ummat, 9(4), 275–287. https://doi.org/10.31764/jau.v9i4.10888

Cikita, I., Hasibuan, I. H., & Hasibuan, R. (2016). Pemanfaatan flavonoid ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) sebagai antioksidan pada minyak kelapa. Jurnal Teknik Kimia USU, 5(1), 45–51. https://doi.org/10.32734/jtk.v5i1.1524

Handayani, N. K. N., Redhana, I. W., & Kartowarsono, N. (2014). The model of conceptual change in learning chemistry. Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha, 2(1), 56–65. https://doi.org/10.23887/jjpk.v1i2.3973

Kemendikbud. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2018 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014 tentang kurikulum 2013 sekolah menengah atas/madrasah aliyah. In Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud). https://jdih.kemdikbud.go.id/detail_peraturan?main=1755.

Mahendra, I., & Azhar, M. (2022). Ekstraksi dan karakterisasi katekin dari gambir (Uncaria gambir). Jurnal Periodic Jurusan Kimia UNP, 11(1), 5–7. https://doi.org/10.24036/p.v11i1.113262

Meri, M., Kusumawardhani, R. K., & Widiyowati, I. I. (2023). Hubungan kebiasaan belajar pada masa pandemi COVID-19 terhadap prestasi belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri di Kabupaten Kutai Barat. Jurnal Riset Pendidikan Kimia, 13(1), 49–56. https://doi.org/10.21009/JRPK.131.08

Muderawan, I. W., Wiratma, I. G. L., & Nabila, M. Z. (2019). Analisis faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada pelajaran kimia. Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, 3(1), 17–23. https://doi.org/10.23887/jpk.v3i1.20944

Rahmah, A. H. A. (2019). Efektivitas rimpang kunyit (Curcuma domestica) terhadap penurunan risiko aterosklerosis. Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 113–120. https://doi.org/10.22487/preventif.v10i2.126

Rahmawati, Y., Ridwan, A., Faustine, S., & Mawarni, P. C. (2020). Pengembangan soft skills siswa melalui penerapan culturally responsive transformative teaching (CRTT) dalam pembelajaran kimia. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 6(1), 86–96. https://doi.org/10.29303/jppipa.v6i1.317

Rahmawati, Y., Ridwan, A., & Nurbaity. (2017). Should we learn culture in chemistry classroom? Integration ethnochemistry in culturally responsive teaching. AIP Conference Proceedings, 1868. https://doi.org/10.1063/1.4995108

Saputra, R. R., & Kalalinggi, S. Y. (2022). Pengaruh Gugus terhadap Kesetimbangan Keto Enol pada Senyawa Turunan Kurkumin. Jurnal Cendekia Kimia, 01(01), 41–51. https://doi.org/10.36873/bohr.v1i01.5653

Setyowati, A., & Suryani, C. L. (2013). Peningkatan kadar kurkuminoid dan aktivitas antioksidan minuman instan temulawak dan kunyit. Agritech, 33(4), 363–370. https://doi.org/10.22146/agritech.9530

Suardana, I. N., Redhana, I. W., Sudiatmika, A. A. I. A. R., & Selamat, I. N. (2018). Students’ critical thinking skills in chemistry learning using local culture-based 7E learning cycle model. International Journal of Instruction, 11(2), 399–412. https://doi.org/10.12973/iji.2018.11227a

Subekti, S., Piliang, W. G., Manalu, W., & Murdiati, T. B. (2006). Penggunaan tepung daun katuk dan ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) sebagai substitusi ransum yang dapat menghasilkan produk puyuh jepang rendah kolesterol. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 11(4), 254–259.

Sudarmin, Subekti, N., & Fibonacci, A. (2014). Model pembelajaran kimia berbasis etnosains (MPKBE) untuk mengembangkan literasi sains siswa. Prosiding Seminar Nasional IV Pendidikan Sains, 83–90.

Suja, I. W. (2022). Revitalisasi etnosains untuk mendukung literasi. Bivalen: Chemical Studies Journal, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.30872/bcsj.v5i1.1106

Sulasmi, E. S., Wuriana, Z. F., Sari, M. S., & Suhadi, S. (2018). Analisis kualitatif kandungan senyawa aktif pada ekstrak metanol daun dan rhizoma Phymatodes scolopendria. Prosiding Seminar Nasional Hayati, 6(1), 121–128. https://doi.org/10.29407/hayati.v6i1.655

Suparwati, N. M. A., Suja, I. W., & Tika, I. N. (2023). E-LKPD kimia berbasis STEM dengan muatan etnosains untuk meningkatkan model mental kimia pada materi laju reaksi. Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.23887/jjpk.v7i1.60208

Urošević, M., Nikolić, L., Gajić, I., Nikolić, V., Dinić, A., & Miljković, V. (2022). Curcumin: Biological activities and modern pharmaceutical forms. Antibiotics, 11(2). https://doi.org/10.3390/antibiotics11020135

Wijana, G., Sila, I. N., & Suartini, L. (2017). Tenun endek Mastuli di Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha, 7(2), 77. https://doi.org/10.23887/jjpsp.v7i2.12214

Yunarto, N., Sulistyaningrum, N., Kurniatri, A. A., & Elya, B. (2021). Gambir (Uncaria gambir) as a potential alternative treatment for hyperlipidemia. Jurnal Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 31(3), 183–192. https://doi.org/10.22435/mpk.v31i3.4472




DOI: https://doi.org/10.30743/cheds.v10i1.13631

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Putu Indah Sri Artawan, Siti Maryam Maryam, I Gusti Lanang Wiratma

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.