PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI NAOH DAN WAKTU PEMASAKAN NAOH, TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN MEKANIK KERTAS BERBAHAN DASAR SERAT SERAI DAPUR.

Ajeng Musyarofah, Rachmah Nanda Kartika, Yoga Putra Pratama


Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai konsentrasi NaOH dan waktu pemasakan terhadap sifat fisik dan mekanik kertas yang dihasilkan dari serat serai (Cymbopogon citratus). Pemanfaatan serat serai sebagai bahan baku alternatif diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada serat berbasis kayu sekaligus meningkatkan nilai limbah pertanian. Metode eksperimental digunakan dengan menggunakan konsentrasi NaOH 5% dan 10% serta waktu pemasakan 60, 90, dan 120 menit. Sampel kertas dievaluasi berdasarkan gramatur, ketebalan, penyerapan air, dan kekuatan tarik. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaOH dan durasi pemasakan cenderung menurunkan gramatur dan ketebalan, sementara meningkatkan penyerapan air dan kekuatan tarik. Kekuatan tarik tertinggi diperoleh dari sampel N2C3, mencapai 1,263 kN/m. Temuan menunjukkan bahwa perlakuan dengan 10% NaOH dan waktu pemasakan 120 menit menghasilkan karakteristik kertas terbaik secara keseluruhan. Oleh karena itu, serat serai menunjukkan potensi yang kuat sebagai bahan baku alternatif yang ramah lingkungan untuk produksi kertas dan dapat berkontribusi pada pengembangan produk kertas berkelanjutan.

Keywords


Cymbopogon citratus; konsentrasi NaOH; waktu pemasakan; karakteristik kertas.

Full Text:

PDF

References


Apriani, E. (2016). Pengaruh komposisi bahan baku dan lama waktu pemasakan terhadap kekuatan tarik pada pembuatan kertas seni dari limbah batang jagung dan kertas bekas. Jurnal Mekanika Dan Sistem Termal, 1(2), 46–53.

Bahri, S. (2015). Pembuatan pulp dari batang pisang. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 4(2), 36–50. https://doi.org/https://doi.org/10.29103/jtku.v4i2.72

Damayanti, S., Daningsih, E., & Tenriawaru, A. B. (2022). Perbandingan kualitas kertas komposit dari ampas tebu dan kertas koran berdasarkan konsentrasi NaOH yang berbeda. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 10(2), 620–630. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v10i2.5424

Ek, M., Gellerstedt, G., & Henriksson, G. (2009). Pulp and paper chemistry and technology: Volume 3 Paper Chemistry and Technology. Berlin, New York: Walter de Gruyter. https://doi.org/10.1515/9783110213447

Iswanto, R. (2020). Pemanfaatan kertas daur ulang dalam dunia percetakan dan desain grafis. Prosiding Seminar Nasional Envisi 2020: Desain Komunikasi Visual, 98–105.

Lenaini, I. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39. https://doi.org/10.31764/historis.v6i1.4075

Mardina, P., Talalangi, A. I., Sitinjak, J. F. M., Nugroho, A., & Fahrizal, M. R. (2013). Pengaruh proses delignifikasi pada produksi glukosa dari tongkol jagung dengan hidrolisis asam encer. Konversi, 2(2), 17–23. https://doi.org/10.20527/k.v2i2.78

Murdiyah, Y., Murwanti, A., & Oetopo, A. (2022). Pemanfaatan serat limbah serai dapur (Cymbopogon citratus) sebagai kertas seni. Serat Rupa Journal of Design, 6(1), 40–52. https://doi.org/10.28932/srjd.v6i1.3371

Murwanti, A., Murdiyah, Y., & Oetopo, A. (2021). Kertas buatan tangan (handmade paper) dari limbah serai dapur. Corak: Jurnal Seni Kriya, 10(2), 183–192. https://doi.org/10.24821/corak.v10i2.4719

Nasir, M., Sahrial, S., & Arisandi, M. (2024). Pengaruh konsentrasi natrium hidroksida (NaOH) dan polyvinyl acetate (PVAc) terhadap kualitas kertas dari pelepah pinang (Areca catechu L.). Syntax Literate, 8(4), 1–11. https://repository.unja.ac.id/id/eprint/62625

Nassaji, H. (2015). Qualitative and descriptive research: Data type versus data analysis. Language Teaching Research, 19(2), 129–132. https://doi.org/10.1177/1362168815572747

Oktaviananda, C., Purnavita, S., & Ayunindhia, S. D. (2023). Pengaruh waktu pemasakan dan persentase PVAc terhadap kualitas kertas dari mahkota nanas. Inovasi Teknik Kimia, 8(2), 127–132. https://doi.org/10.31942/inteka.v8i2.8098

Saleh, A., Pakpahan, M. M. D., & Angelina, N. (2009). Pengaruh konsentrasi pelarut, temperatur, dan waktu pemasakan pada pembuatan pulp dari sabut kelapa muda. Jurnal Teknik Kimia, 16(3), 35–44.

Sjöström, E. (1993). Wood chemistry: Fundamentals and applications (2nd ed.). Academic Press.

Smook, G. A. (2002). Handbook for pulp & paper technologists (3rd ed.). Angus Wilde Publications.

Widyawati, A. (2016). Kualitas kertas seni berbahan baku pelepah tanaman salak dengan perlakuan konsentrasi NaOH dan konsentrasi lem PVAc [Universitas Muhammadiyah Surakarta]. https://eprints.ums.ac.id/45093/

Wijatmoko, J. (2018). Pengembangan material kertas daur ulang dengan sabut kelapa terhadap beberapa pengujian dengan variasi konsentrasi NaOH 2%, 4%, 6%, dan 8% [Universitas Muhammadiyah Surakarta]. https://eprints.ums.ac.id/61127/

Wolok, E., Lahay, I. H., Machmoed, B. R., & Pakaya, F. (2019). Modification and characterization of Ceiba pentandra (L.) Gaertn. (kapok) fiber: Physical properties. International Journal of Research -GRANTHAALAYAH, 7(7), 381–390. https://doi.org/10.29121/granthaalayah.v7.i7.2019.791




DOI: https://doi.org/10.30743/cheds.v10i1.13766

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Ajeng Musyarofah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.