OPTIMASI KONSENTRASI NaOH PADA PEMBUATAN KARBOL
Abstract
Cairan pembersih non-detergenik (tidak mengandung deterjen) dan desinfektan yang memiliki wangi tertentu disebut dengan karbol. Pada proses pembuatan karbol dari minyak jelantah, digunakan metode pemanasan untuk pembuatannya. Adapun tahapan penelitian ini dimulai dari preparasi bahan pembuatan, penjernihan awal bahan pembuatan, analisa warna, analisa koefisien fenol, dan analisa pH. Berdasarkan hasil analisa yang paling optimum didapat pada karbol minyak jelantah dengan pemasakan pada konsentrasi NaOH 10 % nilai yang didapat pH = 7, koefisien fenol = 2,22, dan warna = coklat. Pada konsentrasi NaOH 20 % nilai yang didapat pH = 9, koefisien fenol = 2,22, warna = coklat. Pada konsentrasi NaOH 30 % nilai yang didapat pH = 10, koefisien fenol = 2,77, warna = coklat. Pada konsentrasi NaOH 40 % nilai yang didapat pH = 11, koefisien fenol = 2,77, warna = coklat. Hasil yang diperoleh sesuai dengan BSN (SNI-06-1842-1995)
Keywords
karbol; minyak jelantah; desinfektan
Full Text:
PDFReferences
Depkes RI. (1996). Pedoman Teknis Pengolahan Limbah Klinis Dan Desinfeksi & Sterilisasi Di Rumah Sakit. Ditjen PPM dan PPL. Jakarta.
Ketaren S, (2005). Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Universitas Indonesia, Jakarta. Latiful Qolby. Achmad. Meliana Ningrum. Mirna Tiarani Putri. Muhammad Didik Setyawan. Nusaibah
Askariyah. (2017). Pemanfaatan Minyak Jelantah Untuk Pembuatan Karbol. Jurnal Program Studi Kimia Fakultas Sains dan teknologi Universitas Hidayatullah. Jakarta.
Tamrin. (2013). Gasifikasi Minyak Jelantah Pada Kompor Bertekanan. Jurnal Teknik Pertanian Lampung.
Universitas Lampung.
DOI: https://doi.org/10.30743/cheds.v8i1.9075
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Eva Fadillah, Dedi Sofyanto Simanjuntak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

5.png)

.png)
