Marriage Prohibition During Muharram in Javanese Customary Tradition: An Analysis from the Perspective of Islamic Law
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aryanti, R., & Zafi, A. A. (2020). Tradisi Satu Suro di Tanah Jawa dalam perspektif hukum Islam. Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan, 4(2), 342–361. https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/3861
Aziz, S. (2017). Tradisi pernikahan adat Jawa Keraton membentuk keluarga sakinah. IBDA`: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 15(1), 22–41. https://doi.org/10.24090/ibda.v15i1.724
Djun’astuti, E., Tahir, M., & Marnita. (2022). Studi komparatif larangan perkawinan antara hukum adat, hukum perdata dan hukum Islam. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 4(2), 119–128. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v4i2.1574
Gramidia, T. R. N., & Setyawan, B. W. (2022). Akulturasi budaya dalam tradisi Satu Suro di lereng Gunung Kawi Kabupaten Malang. SOSFILKOM: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi, 16(1), 9–14. https://doi.org/10.32534/jsfk.v16i01.2919
Indiantoro, A., Isnandar, A., Pratama, J. F., Febriansyah, F. I., & Prasetyo, Y. (2022). Suro month wedding prohibition: Islamic perspective customary law debate. Al-Hayat: Journal of Islamic Education, 6(2), 438–448. https://doi.org/10.35723/ajie.v6i2.320
Jeni, R., & Khairuddin. (2024). Antara adat dan agama: Kajian pantangan menikah di bulan Suro dalam masyarakat Jawa di Gunung Meriah Aceh. Abdurrauf Social Science, 1(1). https://doi.org/10.70742/arsos.v1i1.35
Kholik, K. (2019). Mitos-mitos penghalang perkawinan pada adat Jawa dalam perspektif hukum Islam. USRATUNA: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(2), 1–26. https://ejournal.staidapondokkrempyang.ac.id/index.php/usrotuna/article/view/362
Lestari, A., Hambali, & Haryono. (2020). Persepsi masyarakat terhadap larangan pernikahan pada bulan Suro dalam adat Jawa di Desa Rumbai Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Online Mahasiswa FKIP, 7(2), 1–15. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFKIP/article/view/27619
Ma’ruf, M. I., Abbas, M., & Sari, I. (2021). Tradisi Suroan masyarakat Jawa Desa Sidoharjo-1 Pasar Miring Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang ditinjau dari aqidah Islam. Center of Knowledge: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 1(1), 153–165. https://pusdikra-publishing.com/index.php/jesst/article/view/271
Mardiantari, A., Farida, A., Dimyati, M., Dwilestari, I., & Nurkholis. (2022). Tradisi masyarakat adat Jawa terhadap pantangan pernikahan di bulan Muharam perspektif hukum Islam. At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah, 10(2), 69–78. https://doi.org/10.61181/at-tahdzib.v10i2.282
Minan, M. S., & Thobroni, A. (2021). Pandangan tokoh masyarakat terhadap pernikahan dibulan Muharram dalam perspektif hukum Islam. Prosiding Konstelasi Ilmiah Mahasiswa Unissula (KIMU) 5, 283–290. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/kimuhum/article/view/17642
Nadia, H. (2024). Tradisi pantangan menikah bulan Suro di Lenteng Sumenep Madura. An-Nawazil: Jurnal Hukum dan Syariah Kontemporer, 5(1). https://doi.org/10.69784/annawazil.v5i1.75
Nafi’ah, Z., & Setyawan, B. W. (2022). Peran tradisi perhitungan weton perkawinan ditinjau dari perspektif hukum Islam. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 18(1), 46–56. https://doi.org/10.23971/jsam.v18i1.4224
Nurdiani, P. (2013). Bulan Sura dalam perspektif Islam. IBDA`: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 11(1), 111–118. https://doi.org/10.24090/ibda.v11i1.72
Prayitno, M. H., & Ishaq, Z. (2022). Larangan menikah di bulan Suro perspektif hukum adat Jawa dan hukum Islam: Studi kasus di Desa Ngampelrejo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban. JOSH: Journal of Sharia, 1(2), 163–185. https://doi.org/10.55352/josh.v1i2.166
Roibin. (2013). Dialektika agama dan budaya dalam tradisi selamatan pernikahan adat Jawa di Ngajum, Malang. el-Harakah: Jurnal Budaya Islam, 15(1), 34–47. https://doi.org/10.18860/el.v15i1.2671
Siburian, A. L. M., & Malau, W. (2018). Tradisi ritual bulan Suro pada masyarakat Jawa di Desa Sambirejo Timur Percut Sei Tuan. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 2(1), 28–35. https://doi.org/10.24114/gondang.v2i1.9764
Mahargiani, E., Sakdiyah, F., Sumarjoko, & Arifin, Z. (2026). The chronicle of the prohibition of marriage in the month of Suro: A historical, philosophical, and community education analysis. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 5(1). https://doi.org/10.59944/amorti.v5i1.1237
Hartatiningsih, S., Sumarjoko, & Hidayatun, U. (2022). Fenomena pantangan menikah di bulan Suro perspektif hukum Islam: Studi di Desa Sukomarto, Jumo, Temanggung. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 1(2). https://doi.org/10.59944/amorti.v1i2.18
Andini, I., Kamal, H., & Rahmawati. (2025). Larangan menikah di bulan Suro pada masyarakat paguyuban di Desa Tulung Indah Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara dalam perspektif hukum Islam. Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam, 1(1), 66–81. https://doi.org/10.54065/BaytAl-Hikmah.373
Riyani, I. (2019). Performing Islamic rituals in non-Muslim countries: Wedding ceremony among Indonesian Muslims in the Netherlands. Journal of Asian Social Science Research, 1(1), 47–61. https://doi.org/10.15575/jassr.v1i1.7
Harisudin, M. N. (2016). ‘Urf sebagai sumber hukum Islam (fiqh) Nusantara
DOI: https://doi.org/10.30743/taushiah.v15i1.14351
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Miranti Miranti, Jamaluddin,Sumiati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

