Marriage Prohibition During Muharram in Javanese Customary Tradition: An Analysis from the Perspective of Islamic Law

Miranti Puspita Sari, Jamaluddin Jamaluddin, Sumiati Sumiati


Abstract


Penelitian ini menganalisis larangan pernikahan pada bulan Muharram dalam tradisi masyarakat Jawa di Desa Dalu X-A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, serta menilainya dari perspektif hukum Islam. Penelitian menggunakan desain lapangan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dipilih secara purposif dari tokoh adat dan tokoh masyarakat yang memahami serta masih memegang tradisi tersebut. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kajian pustaka, kemudian diperiksa melalui perpanjangan pengamatan serta triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan analisis isi dengan pendekatan fikih Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menghindari pernikahan pada bulan Muharram karena bulan tersebut dipandang sakral, dimuliakan, dan terkait dengan penghormatan terhadap warisan leluhur serta upaya menjaga harmoni adat. Sebagian masyarakat juga mengaitkan pelanggaran pantangan dengan musibah, konflik rumah tangga, atau kesialan. Dalam hukum Islam, tidak terdapat nas yang melarang pernikahan pada bulan Muharram selama rukun dan syarat nikah terpenuhi. Tradisi dapat dihormati sebagai adat, tetapi keyakinan bahwa bulan Muharram secara intrinsik membawa kesialan tidak dapat dibenarkan secara syar’i. Temuan ini menegaskan pentingnya membedakan penghormatan budaya dari keyakinan kausal yang

Keywords


Muharram Marriage, Javanese Tradition, Islamic Law

Full Text:

PDF

References


Aryanti, R., & Zafi, A. A. (2020). Tradisi Satu Suro di Tanah Jawa dalam perspektif hukum Islam. Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan, 4(2), 342–361. https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/article/view/3861

Aziz, S. (2017). Tradisi pernikahan adat Jawa Keraton membentuk keluarga sakinah. IBDA`: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 15(1), 22–41. https://doi.org/10.24090/ibda.v15i1.724

Djun’astuti, E., Tahir, M., & Marnita. (2022). Studi komparatif larangan perkawinan antara hukum adat, hukum perdata dan hukum Islam. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 4(2), 119–128. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v4i2.1574

Gramidia, T. R. N., & Setyawan, B. W. (2022). Akulturasi budaya dalam tradisi Satu Suro di lereng Gunung Kawi Kabupaten Malang. SOSFILKOM: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi, 16(1), 9–14. https://doi.org/10.32534/jsfk.v16i01.2919

Indiantoro, A., Isnandar, A., Pratama, J. F., Febriansyah, F. I., & Prasetyo, Y. (2022). Suro month wedding prohibition: Islamic perspective customary law debate. Al-Hayat: Journal of Islamic Education, 6(2), 438–448. https://doi.org/10.35723/ajie.v6i2.320

Jeni, R., & Khairuddin. (2024). Antara adat dan agama: Kajian pantangan menikah di bulan Suro dalam masyarakat Jawa di Gunung Meriah Aceh. Abdurrauf Social Science, 1(1). https://doi.org/10.70742/arsos.v1i1.35

Kholik, K. (2019). Mitos-mitos penghalang perkawinan pada adat Jawa dalam perspektif hukum Islam. USRATUNA: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(2), 1–26. https://ejournal.staidapondokkrempyang.ac.id/index.php/usrotuna/article/view/362

Lestari, A., Hambali, & Haryono. (2020). Persepsi masyarakat terhadap larangan pernikahan pada bulan Suro dalam adat Jawa di Desa Rumbai Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Online Mahasiswa FKIP, 7(2), 1–15. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFKIP/article/view/27619

Ma’ruf, M. I., Abbas, M., & Sari, I. (2021). Tradisi Suroan masyarakat Jawa Desa Sidoharjo-1 Pasar Miring Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang ditinjau dari aqidah Islam. Center of Knowledge: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 1(1), 153–165. https://pusdikra-publishing.com/index.php/jesst/article/view/271

Mardiantari, A., Farida, A., Dimyati, M., Dwilestari, I., & Nurkholis. (2022). Tradisi masyarakat adat Jawa terhadap pantangan pernikahan di bulan Muharam perspektif hukum Islam. At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah, 10(2), 69–78. https://doi.org/10.61181/at-tahdzib.v10i2.282

Minan, M. S., & Thobroni, A. (2021). Pandangan tokoh masyarakat terhadap pernikahan dibulan Muharram dalam perspektif hukum Islam. Prosiding Konstelasi Ilmiah Mahasiswa Unissula (KIMU) 5, 283–290. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/kimuhum/article/view/17642

Nadia, H. (2024). Tradisi pantangan menikah bulan Suro di Lenteng Sumenep Madura. An-Nawazil: Jurnal Hukum dan Syariah Kontemporer, 5(1). https://doi.org/10.69784/annawazil.v5i1.75

Nafi’ah, Z., & Setyawan, B. W. (2022). Peran tradisi perhitungan weton perkawinan ditinjau dari perspektif hukum Islam. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 18(1), 46–56. https://doi.org/10.23971/jsam.v18i1.4224

Nurdiani, P. (2013). Bulan Sura dalam perspektif Islam. IBDA`: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 11(1), 111–118. https://doi.org/10.24090/ibda.v11i1.72

Prayitno, M. H., & Ishaq, Z. (2022). Larangan menikah di bulan Suro perspektif hukum adat Jawa dan hukum Islam: Studi kasus di Desa Ngampelrejo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban. JOSH: Journal of Sharia, 1(2), 163–185. https://doi.org/10.55352/josh.v1i2.166

Roibin. (2013). Dialektika agama dan budaya dalam tradisi selamatan pernikahan adat Jawa di Ngajum, Malang. el-Harakah: Jurnal Budaya Islam, 15(1), 34–47. https://doi.org/10.18860/el.v15i1.2671

Siburian, A. L. M., & Malau, W. (2018). Tradisi ritual bulan Suro pada masyarakat Jawa di Desa Sambirejo Timur Percut Sei Tuan. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 2(1), 28–35. https://doi.org/10.24114/gondang.v2i1.9764

Mahargiani, E., Sakdiyah, F., Sumarjoko, & Arifin, Z. (2026). The chronicle of the prohibition of marriage in the month of Suro: A historical, philosophical, and community education analysis. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 5(1). https://doi.org/10.59944/amorti.v5i1.1237

Hartatiningsih, S., Sumarjoko, & Hidayatun, U. (2022). Fenomena pantangan menikah di bulan Suro perspektif hukum Islam: Studi di Desa Sukomarto, Jumo, Temanggung. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 1(2). https://doi.org/10.59944/amorti.v1i2.18

Andini, I., Kamal, H., & Rahmawati. (2025). Larangan menikah di bulan Suro pada masyarakat paguyuban di Desa Tulung Indah Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara dalam perspektif hukum Islam. Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam, 1(1), 66–81. https://doi.org/10.54065/BaytAl-Hikmah.373

Riyani, I. (2019). Performing Islamic rituals in non-Muslim countries: Wedding ceremony among Indonesian Muslims in the Netherlands. Journal of Asian Social Science Research, 1(1), 47–61. https://doi.org/10.15575/jassr.v1i1.7

Harisudin, M. N. (2016). ‘Urf sebagai sumber hukum Islam (fiqh) Nusantara




DOI: https://doi.org/10.30743/taushiah.v15i1.14351

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Miranti Miranti, Jamaluddin,Sumiati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.